\n\nPPP Kota Mojokerto Target Tiga Kursi DPRD, Rizky: Satu Dapil Satu Kursi - Tagarterkini

PPP Kota Mojokerto Target Tiga Kursi DPRD, Rizky: Satu Dapil Satu Kursi

 

Tagarterkini.com, MOJOKERTO – DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Mojokerto menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) 2026, Sabtu (11/10/2026). Agenda ini menjadi momentum konsolidasi dan penataan struktur hingga tingkat ranting.

Kegiatan bertajuk “Melanjutkan Pengabdian, Menata Struktur, Menguatkan Kader” digelar di Gedung DPC PPP Jalan KH Hasyim Asy’ari, Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon.

Ketua DPC PPP Kota Mojokerto, M. Rizky Pancasilawan, meminta pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) tidak berhenti di tingkat kecamatan, tapi langsung membentuk ranting di 18 kelurahan.

“Kerja pertama kita, saya berharap semua PAC mulai menyusun struktur ranting dengan rapi. Paling tidak satu kelurahan lima orang,” kata Rizky.

Menurutnya, penguatan struktur hingga bawah diperlukan agar PPP lebih dekat dengan masyarakat. Ia meminta PAC mendata kader, simpatisan, tokoh masyarakat, tokoh Islam, hingga tokoh NU di wilayah masing-masing.

“Mulai sekarang PAC harus mendata siapa saja kira-kira simpatisannya, siapa saja kadernya, dan siapa saja tokoh-tokoh NU, tokoh-tokoh Islam serta tokoh masyarakat yang ada di situ,” ujarnya.

Kota Mojokerto memiliki tiga kecamatan dan 18 kelurahan. Dengan wilayah yang kecil, Rizky menilai penguatan struktur bisa dilakukan lebih terukur.

Pada Pemilu 2024, PPP hanya meraih satu dari 25 kursi DPRD Kota Mojokerto. Kursi itu ditempati Rufis Bahrudin dari dapil Prajurit Kulon. Sementara PDIP meraih 5 kursi, PKB 4 kursi, NasDem, Demokrat, dan PKS masing-masing 3 kursi.

“Target saya di tahun 2026-2031 adalah menjadikan PPP menjadi fraksi utuh tiga kursi, satu dapil satu orang,” tegasnya.

Untuk mencapai itu, setiap PAC didorong membangun jaringan ranting secara aktif, bukan sekadar mengejar jumlah struktur.

“Kalau dulu kita bisa masuk ke dalam setiap struktur ranting, untuk yang kedua ini kita coba dengan cara yang lebih halus, dengan cara yang lebih humanis dan dengan cara yang agamis,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar pendataan kader tidak kosong. “Jangan sampai tidak ada pendataan kader partai atau bahkan kosong sama sekali,” ujarnya.

Melalui Musancab ini, DPC PPP berharap konsolidasi hingga kelurahan menjadi fondasi menghadapi agenda politik berikutnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *