Mojokerto, TagarTerkini.com – Memasuki akhir tahun anggaran, lima proyek strategis yang menjadi tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perkim) Kota Mojokerto telah diselesaikan sesuai jadwal. Proyek-proyek ini merupakan bagian dari program prioritas pembangunan infrastruktur yang digagas oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto.
Kepala DPUPR Perkim Kota Mojokerto, Muraji, menyampaikan bahwa kelima proyek tersebut mencakup pembangunan Kantor Kecamatan Kranggan, peningkatan Jalan Cancer, pembangunan fasilitas umum di Kolam Retensi, rehabilitasi Kantor Kelurahan Sentanan, serta penambahan prasarana di Gelora A Yani. Ia menegaskan bahwa seluruh proyek yang menjadi wewenang DPUPR Perkim telah selesai tepat waktu.
“Ada lima proyek strategis yang pengerjaannya menjadi kewenangan DPUPR Perkim, dan kini sudah tuntas tepat waktu,” ujar Muraji, Senin (2/12/2024).
Proyek pembangunan Kantor Kecamatan Kranggan menjadi salah satu yang utama, dengan anggaran pagu Rp 6,48 miliar dan nilai kontrak Rp 6,22 miliar. Proyek yang dimulai pada 29 April 2024 ini akhirnya terealisasi setelah bertahun-tahun tertunda sejak pemekaran Kota Mojokerto.
“Rencana pembangunan Kantor Kecamatan Kranggan sudah ada sejak pemekaran wilayah menjadi tiga kecamatan. Karena berbagai hal, pembangunannya baru bisa dilaksanakan tahun ini,” jelas Muraji.
Peningkatan Jalan Cancer juga telah selesai dikerjakan dengan anggaran bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Proyek ini dimulai pada 23 Juli 2024, dengan nilai kontrak Rp 5,18 miliar dari pagu Rp 6,06 miliar. “Proyek ini untuk mendukung akses ke Wisata Bahari Rejoto,” kata Muraji.
Proyek pembangunan fasilitas umum di Kolam Retensi juga rampung dengan anggaran Rp 4,45 miliar dari pagu Rp 4,7 miliar. Pengerjaan dimulai pada 29 Mei 2024.
“Dengan adanya fasilitas umum, diharapkan Kolam Retensi tidak hanya berfungsi sebagai penampungan air, tetapi juga menjadi destinasi wisata,” tambah Muraji.

Selain itu, Kantor Kelurahan Sentanan telah direhabilitasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Proyek ini dimulai pada 19 Juni 2024 dengan nilai kontrak Rp 1,84 miliar dari pagu Rp 2 miliar. “Karena lahan terbatas, perluasan dilakukan secara vertikal agar pelayanan prima dapat diberikan,” terangnya.
Proyek terakhir adalah penambahan prasarana di Gelora A Yani, yang dimulai pada 19 Agustus 2024. Proyek ini menghabiskan dana Rp 830 juta dari pagu Rp 870 juta. “Di Gelora A Yani perlu perbaikan dan penambahan fasilitas untuk menunjang fungsinya sebagai pusat olahraga,” tutur Muraji.
Muraji menambahkan, sebenarnya ada 10 proyek strategis yang direncanakan tahun ini, tetapi lima di antaranya menjadi tanggung jawab instansi lain. “Namun, kami memastikan lima proyek yang berada di bawah wewenang DPUPR Perkim sudah selesai sesuai target,” pungkasnya.
Rampungnya kelima proyek strategis ini diharapkan dapat memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat Kota Mojokerto, baik dalam peningkatan pelayanan publik maupun pengembangan kawasan wisata dan olahraga.













