Bukan Kaleng-kaleng! Dua Lifter Nasional Turun Tangan Latih Angkat Besi Inovasi PATRIOT 9 di SMPN 9 Mojokerto

 

Tagarterkini.com, Mojokerto — SMP Negeri 9 Kota Mojokerto bakal menjadi gudang bibit muda atlet berprestasi olah raga angkat besi di Kota Onde-onde. Setelah sekolah tersebut membuka pelatihan angkat besi sebagai salah satu ekstra kurikuler (ekskul). Sekolah meluncurkan inovasi patriot 9. Inovasi patriot 9 merupakan program angkat besi untuk raih tujuan optimal SMPN 9 salah satu program unggulan disekolah.

Dalam pelaksanaan inovasi patriot 9 kami mempunyai dua mantan lifter nasional yang pernah sukses mendulang medali di PON, Sea Games dan Piala Asia didatangkan untuk melatih murid-murid berbakat SMPN 9.

Frapti Tri Setyawati selaku coach dalam inovasi patriot 9 mengaku senang bisa menularkan ilmunya di SMPN 9. Pasalnya, ia melihat banyak siswa – siswi yang berminat dengan cabang olah raga ini.

“Ada 25 siswa yang ikut ekskul, kita latih selama 5 hari dalam dua sesi, yakni sesi pagi dan sore,” ujar peraih medali emas ajang PON 2004 di Palembang ini.

“Alhamdulillah, sekolah kita adalah satu-satunya sekolah SMP di Jawa Timur yang memiliki ekstra kurikuler angkat besi,” ungkap Kepala Sekolah SMPN 9, Dwi Puspa Heriningsih, Mpd.

Puspa menyebut, SMPN 9 ditunjuk oleh KONI dan Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Kota Mojokerto sebagai wadah pengkaderan bagi atlet muda angkat besi. “Kenapa sekolah kita?, karena kita memiliki siswi yang berprestasi di olah raga ini,” ujarnya.

Salah satu Siswi tersebut adalah Naila Aliya Ramadhani Saenal, pelajar kelas 8 yang berhasil menyabet medali emas di Pekan Olahraga Provinsi IX (Porprov) angkat besi se-Jawa Timur dengan nomor snatch, clean and jerk dan total, tidak hanya itu nayla juga berhasil meraih Prunggu di kejuaraan bergengsi yaitu POPNAS ( Pekan Olahraga Pelajar Nasional) pada tahun 2025.

Frapti coach inovasi patriot 9 mengatakan, jika para siswa-siswi tersebut serius dan tekun berlatih secara konsisten, maka tak menutup kemungkinan bisa sukses di cabor ini. Karena ia melihat banyak potensi yang bisa di asahnya. “Sudah ada sebagian yang progresnya lumayan bagus, kita akan pertajam terus kemampuannya sampai jadi,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *