Usia 73 Tahun, Seniman di Mojokerto Ini Masih Eksis Berkarya Membuat Relief Wajah

 

Tagarterkini.com, Mojokerto – Kerajinan tangan dengan berbahan fiber memang banyak di temui di setiap daerah. Salah satunya perajin patung wajah berbahan fiber di Kota Mojokerto yaitu Bambang Sutrisno. Dirinya membuat kerajinan tangan berupa patung wajah-wajah orang nasionalisme berbahan fiber tersebut berbeda dengan perajin lainnya, yaitu mengutamakan kualitas bahan dan pewarnaan patungnya.

Bambang Sutrisno di usianya 73 tahun warga Cinde Baru, Kelurahan Prajuritkulon, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto tersebut masih menuangkan karyanya di pembuatan patung berbahan fiber. Dalam 4 tahun ini dirinya bergelut di seni patung wajah orang berbahan fiber terebut dengan jelih dan mengutamakan kualitas bahan dan pewarnaannya. Dari karya yang di buatnya, dirinya bisa menghasilkan pundi-pundi uang yang didapat.

Bambang Sutrisno dari mudah hingga saat ini bergelut di bidang pengusaha sepatu dan sandal. Dari bekal dirinya menjadi pengusaha sepatu, bambang bisa mendapatkan ilmu pengalamannya di sisi perwarnaan sepatu. Dari campuran cat warna-warna saat membuat sepatu akhirnya dirinya mengaplikasikan pewarnaan tersebut di sebuah patung berbahan fiber.

“Awal mula saya membuat patung atau relief wajah berbahan fiber ini, saat saya setiap melihat relief-relief di pasaran saya merasa sayang. Sayangnya yaitu dengan figur sebagus itu tapi kok pewarnaannya asal-asalan. Itu yang saya sayangkan. Sedangkan di Mojokerto yang terkenal itu produksi kuningan, jadi saya harus punya cara bagaimana bahan dari resin atau bahan dari terakota dipandang seperti kuningan. Menurut saya kuningan ini lebih punya harga daripada pewarnaan yang lain,” ucap Sutrisno.

Sutrisno juga mengatakan, bahan dasar patung wajah yang dirinya buat menggunakan tera kota seperti tanah liat, ada juga dari gibsum, dan fiber. Kebanyakan membuat patung wajah pahlawan dan pemuka agama. Salah satunya relief Abdurrahman Wahid, Prabowo, Hasim Ahari, pahlawan natal Riyanto dan masih banyak lainnya.

“Kenapa saya membuat patung atau relief wajah-wajah nasionalisme ataupun pemuka agama, dikarenakan saya ingin mengangkat wajah-wajah yang pernah berkipra di Negeri ini agar selalu di kenang orang.” Jelas Sutrisno.

Sutrisno mengatakan, dalam proses membuat patung atau relief dirinya menggambar wajah terlebih dahulu untuk membuat cetakan masternya, masternya itu terbuat dari kayu, atau tanah liat, atau dari bahan dempul. Setelah sudah jadi di haluskan dan dibuatkan cetakan dari karet, apabila sudah jadi cetakan dari karet kemudian di cor menggunakan resin, dan kemudian di haluskan kembali menggunakan kertas gosok, dan kemudian di tahap akhir yaitu pewarnaan.

“Dalam proses membuat relif wajah ini di butuhkan waktu 4 sampai 5 hari. Yang paling sulit itu proses penghalusan menggunakan kertas gosok secara manual,” terang Sutrisno.

Perbedaan karya relief milik Sutrisno dengan pengrajin lainnya yaitu di segi pewarnaan, dikarenakan dirinya lebih mengutamakan pewarnaan hingga menyerupai berbahan kuningan dan tembaga walaupun menggunakan resin, dan juga detail-detail wajah relief.

“Saya lebih mengutamakan pewarnaan hingga mirip seperti berbahan kuningan atau tembaga. Selain itu detail wajah yang kita buat harus semirip mungkin. Saya lebih mengutamakan kualitas agar karya saya bisa di nikmati oleh semua kalangan usia atau keloktor relief,” tambah Sutrisno.

Sutrisno menjual karyanya relief wajah dengan menentukan dari ukuran tinggi relief yang di buat, apabila dengan ketinggian relief 20 centi meter, dirinya menjual dengan harga Rp 2 juta dengan menggunakan pigora. Apabila tidak menghunakan pigor dengan ketinggian 5 sampai 10 centi meter, dirinya menjual dari kisaran harga Rp 250 ribu hingga 300 ribu rupiah. Pembeli karya relief milik Sutrisno dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Selain dirinya membuat telief wajah, dirinya juga menerima pesanan apabila ada yang ingin membuat relief wajah orang.

“Selain saya membuat relief wajah takoh nasional, saya juga menerima pesanan relief wajah orang yang ingin di pesan. Biasanya mereka mengirimkan gambar wajah yang ingin di buatkan. Pastinya harganya berbedah apabila memesan ingin di buatkan relief wajah, dari harga 500 ribu sampai 600 ribu, tergantung dari ukurannya juga,” tutur Sutrisno.

Sutrisno berharap, agar karya seni patung atau relief wajah tokoh Nasional miliknya bisa di kenal oleh masyarakat luas, selain itu agar seniman-seniman di Kota Mojokerto bisa di wadahi. Tidak hanya itu dirinya berharap agar seni relief wajah hisa menjadi icon Kota Mojokerto kedepannya dan patung atau relief miliknya bisa menjadi sofenir oleh-oleh kas Kota Mojokerto. Dan Sutrisno berpesan, Seni tidak di pandang dari usia, meskipun dirinya usianya sudah tua, dirinya masih tetap berkarya. (Rix)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *