Tagarterkini. com Mojokerto — Sikap tegas diambil oleh DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto dengan menolak wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto, Ery Purwanti mengatakan partainya tegas menolak wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD.
“Sikap kami di DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto tegas dan jelas, yaitu menolak pilkada melalui DPRD. Kami sejalan dengan arahan Ketua Umum, Ibu Megawati Soekarnoputri, bahwa hak memilih pemimpin harus tetap berada di tangan rakyat, sebagai bagian dari kedaulatan rakyat itu sendiri,” terangnya.
Ery yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Mojokerto ini pemilihan kepala daerah melalui DPRD akan menjadi preseden buruk atau kemunduran bagi demokrasi Indonesia. Pasalnya, pilkada langsung adalah wujud nyata kedaulatan rakyat untuk memilih pemimpin.
“Pilkada langsung adalah hasil reformasi, sebuah capain besar bangsa Indonesia, mengembalikan hak rakyat agar memilih pemimpinnya sendiri,” tegasnya.
Ery menjelaskan bahwa demokrasi yang sehat berbasis pada kedaulatan rakyat. Sebab itu, pihaknya ingin memastikan bahwa sosok pemimpin yang terpilih adalah mereka yang hadir dan bekerja untuk masyarakat.
“Bagi kami, pilkada langsung adalah wujud nyata kedaulatan rakyat. Tindak lanjut di tingkat DPC adalah memastikan seluruh kader dan wakil rakyat PDI Perjuangan berada dalam satu sikap dan satu suara, serta menyampaikan kepada masyarakat bahwa PDI Perjuangan akan terus berdiri di barisan rakyat dan menjaga hak demokrasi mereka,” tuturnya.













