Tagarterkini.com, Mojokerto – Program prioritas kementrian pendidikan dasar dan menengah dalam uji coba pertama pemberian Makan Bergizi bagi peserta didik Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri melalui pemerintah Kota Mojokerto sudah berjalan. Rabu (20/11/2024).
Program makan bergizi gratis akan di lakukan di tahun 2025 yang merupakan program dari kementrian pendidikan dasar dan menengah yang bertujuan mendukung program pemerintah yang saat ini dalam upayah untuk perkembangan gizi untuk serta anak didik sehingga mampu mendapatkan peluang dan kesempatan yang sama untuk perkembangan anak.

Kepala Sekolah SMP Negeri 9 Kota Mojokerto, Dwi Puspa Heri Ningsih mengatakan, dengan adanya program makan bergizi gratis dari pemerintah dirinya mendukung penuh dikarenakan bertujuan mencegah stunting di Kota Mojokerto.
“Jadi menu uji coba makanan bergizi di SMP Negeri 9 ini nasi, ayam, tumis buncis, dan untuk buah yaitu jeruk, dan minumnya itu susu,” kata Dwi Puspa.
Dwi Puspa juga mengatakan, uji coba makan bergizi gratis di SMP Negeri 9 Kota Mojokerto akan berlangsung 2 kali di tanggal 20 dan 21 November 2024 besok. Dan kedepannya makan bergizi gratis belum di rencanakan, di karenakan targantung dari anggaran yang akan di terima dari pihak sekolah.
“Dengan adanya makan bergizi gratis ini respon murid-murid sangat senang, dikarenakan untuk di SMP Negeri 9 ini kan kalau makan siang di kirim oleh orang tuanya, dan sekarang tidak harus orang tuanya mengirim karena kan dapat dari sekolah. Dan kemudian respon dari wali murid juga sangat positif,” Ucap Dwi Puspa.
Dwi Puspa menambahkan, dari jumlah murid SMP Negeri 9 Kota Mojokerto 573 semuanya bisa menikmati makanan bergizi gratis dari program kementrian pendidikan dasar dan menengah.
“Kami berharap dengan adanya program ini bisa di lanjutkan, tentu saja dukungan dana dari pemerintah, bisa benar-benar tercipta generasi mudah yang sehat, dan kita hindari stunting,” tutur Dwi Puspa.
Sementara itu, PJ Wali Kota Mojokerto Muhammad Ali Kuncoro mengatakan, Dengan uji coba ini akan diketahui apabila ada kekurangan akan dilakukan perbaikan. Terkait dengan pembiayaan, Pj Wali Kota Mojokerto mengatakan bahwa akan dilakukan sharing antara pemerintah pusat dan daerah.
“Dengan kecukupan gizi yang baik dapat menciptakan kecerdasan para peserta didik. Selain itu kebutuhan perkembangan otak atau kecerdasan juga akan bisa diraih, tidak akan ada lagi masalah stunting,” Tambah Ali Kuncoro.
Ali Kuncoro juga mengatakan bahwa program makan bergizi ini sangat bagus dan Pemkot Mojokerto telah menganggarkan program tersebut dalam APBD 2025 karena ini merupakan salah satu program strategis nasional yang betul betul digadang untuk bisa diwujudkan.
Ali Kuncoro berharap, dari program tersebut ada Trickel Down Effect atau harapan bahwa keuntungan yang diperoleh dari kolaborasi pemerintah bisa mengalir ke lapisan masyarakat lainnya.
“Harapan saya ada trickel down effect dari kegiatan ini, kalo saya pengennya nanti formanya langsung di transfer kepada masing-masing orang tua atau ibu siswa sehingga yang makan itu bukan hanya satu orang tapi satu keluarga,” tutup Ali Kuncoro.













