Puluhan Pohon Tumbang, Rumah dan Warung Rusak Usai Di Terjang Angin Kecang di Mojokerto

 

Tagarterkini.com, Mojokerto – Hujan lebat di sertai angin kencang di sekitar wilayah Kota Mojokerto menyebabkan puluhan pohon tumbang dan merusak rumah warga serta merusak warung. salah satunya warung di Kelurahan Blooto yang roboh hingga menutupi jalan raya. Minggu 9 Februari 2025.

Informasi dihimpun di lokasi kejadian, peristiwa angin kencang dan hujan lebat ini terjadi pada Minggu, 9 Februari 2025 sekitar pukul 14.30 WIB. Akibatnya ada 15 rumah dan warung terdampak, rinciannya 4 warung, dan 11 rumah warga.

Lurah Blooto, Wahyudi mengatakan, seblum terjadi angin kencang, di Kelurahan Blooto di guyur hujan dan angin namun hanya sebentar. Dan kemudian dengan cepat angin dari barat memutar ke arah utara.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut hanya kerugian material. Ada beberapa rumah warga terdampak seperti atap terbang karena terhempas angin, dan ada warung tertimpa pohon,” Ucap Wahyudi.

Wahyudi kembali mengatakan, Pihak kelurahan kemudian melakukan koordinasi dengan DLH Kota Mojokerto dan PLN serta masyarakat untuk membantu mengevakuasi pohon yang tumbang di jalan raya.

“Warga secara gotong royong membantu mengevakuasi pohon yang tumbang. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak PLN dan saat ini aliran listrik dipadamkan sementara,” pungkasnya.

Sementara itu, Muhammad Solikin (58) Warga Kelurahan Blooto yang berdekatan dengan warung yang rusak di sebebkan angin kencang mengatakan, angin yang sangat kencang tersebut di sertai hujan datangnya sangat cepat dan langsung mengangkat atap warunh hingga terbang ke jalan raya.

“angin datangnya mendadak sangat cepat di sertai hujan, dan langsung mengangkat atap warung hingga terbang,” Kata Solikin.

Solikin juga mengatakan, saat terjadi angin kencang dirinya pun merasa ketakutan, hingga lari ke dalam rumahnya. Solikin melihat ada salah satu pengunjung warung yang tertimpah besi terkena kepalanya hingg mengeluarkan darah dan langsung di evakuasi dan di oabti.

“Saya langsung mesuk kedalam rumah saya, saya tidak berani keluar karena melihat seng berterbangan takut menimpahi saya. Saya juga tadi melihat ada anak yang di warung tertimpah besi kepalanya berdarah, namun sudah di obati,” Imbuh Solikin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *