Tagarterkini.com, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) di bulan ramadhan. Bantuan yang bersumber dari Dinas Sosial Kota Mojokerto berupa uang tunai yang menyasar tukang becak, penyandang disabilitas dan eks trauma, anak yatim/piatu non panti, lansia kurang mampu se Kota Mojokerto. Selasa (11/03/2025).
Hari pertama pembagian bansos menyasar tukang becak di Kota Mojokerto, ada 301 tukang becak yang di berikan bantuan uang tunai secara langsung oleh Wali Kota Mokokerto, Ika Puspitasari di rumah dinas Wali Kota Mokokerto atau biasa disebut Rumah Rakyat di Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
Ika Puspitasari (Wali Kota Mojokerto) mengatakan, jumlah penyaluran bantuan sosial untuk tukang becak se Kota Mojokerto ada 301 tukang becak yang masing-masing mendapatkan uang Rp, 350.000 yang diberikan secara tunai.
“Kalau untuk bantuan dalam bentuk uang ini diberikan satu tahun sekali dan menjelang idul fitri, agar bisa di gunakan untuk memenuhi kebutuhan. ini juga upaya bagian dari masyarakat memiliki daya beli, ini bagian dari pengendalian inflasi juga,” Kata Ika Puspitasari.
Ning Ita, sapaan akrab masyarakat Kota Mojokerto kepada Wali Kota Mojokerto juga mengatakan, penyaluran bansos uang tunai akan berlangsung selama 3 hari di mulai pada hari ini 11/03 sampai 13/03.
“Hari pertama ini tukang becak, besok penyandang disabilias dan eks trauma, dan besok lusanya hari terakhir anak yatim piatu/non panti dan lansia kurang mampu,” Ucap Ning Ita.
Ning Ita berharap, dengan adanya bantuan sosial berupa uang tunai agar bisa memiliki peningkatan daya beli, dikarenakan kecenderungan menjelang Idul Fitri harga-harga kebutuhan naik, sedangkan penerima bantuan sosial mayoritas kategori kurang mampu.
Sementara itu, Choirul Anwar (Kepala Dinas Sosial Kota Mojokerto) menambahkan, sebelumnya penerima bansos berupa uang tunai yang saat ini menerimanya sudah terdata di Dinsos dengan cara di survey di setiap Kelurahan.
“Sasaran yang menerima bansos saat ini sudah tepat, dan sudah berdasarkan kerteria-kerteria yang sudah di tentukan,” Jelas Anwar.
Anwar kembali menjelaskan, tukang becak, dan penyandang disabilitas mendapatkan bantuan uang tunai sebesar Rp, 350.000. Sedangkan Lansia mendapatkan bantuan uang tunai Rp, 500.000. Sedangkan anak yatim/piatu non panti mendapatkan bantuan uang tunai Rp, 1.000.000.
“Kalau untuk bantuan uang tunai yang di berikan kepada lansia kurang mampu itu kita kirimkan melalui pos, tidak kita undang di Rumah Rakyat,” Terang Anwar.
Anwar berharap, bansos berupa uang tunai yang saat ini di berikan kepada masyarakat kurang mampu di Kota Mojokerto bisa untuk mengurangi beban masyarakat. Dengan mengurangi beban di masyarakat otomatis daya beli masyarakat untuk kebutuhan-kebutuhan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri untuk kebutuhan pokok bisa di penehui.
“Jadi total penerima bantuan sosial berupa uang tunai yaitu, tukang becak ada 301 orang, penyandang disabilitas dan eks trauma ada 250 orang, anak yatim/piatu non panti ada 286 orang, dan lansia kurang mampu ada 1,094 orang,” Tutup Anwar













