Tagarterkini.com, Mojokerto – Sebagai bentuk kepedulian atas musibah bencana banjir yang melanda beberapa lokasi di Kota Mojokerto pada Senin 9 Desember 2024 hingga saat ini, menggugah Ika Puspitasari calon Walikota Mojokerto 2025 memberikan dan menyalurkan bantuan kepada korban banjir. Bantuan diharapkan dapat meringankan musibah yang dialami masyarakat.
Ika Puspitasari juga sebagai Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Mojokerto periode 2022-2027 bersama pengurus pimpimam cabang Muslimat NU Kota Mojokerto salurkan donasi dalam bentuk uang kepada korban banjir di tempat pengungsiam Masjid Al-Mubaroq Kelurahan Prajuritkulon, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto.
“Kita berikan donasi dalam bentuk uang, karena kita melihat kebutuhan sandang, pangan, pengobatan atau kesehatan sudah tercover melalu beberapa posko dan dapur umum yang ada di Kota Mojokerto,” Kata Ika Puspitasari yang akrab di panggil Ning Ita.
Ning Ita juga mengatakan, dirinya melihat masyarakat yang terdampak banjir membutuhkan hal-hal lain, maka lebih fleksibel dinasi dari muslimat NU Kota Mojokerto diberikan dalam bentuk uang.
“Ada 35 warga terdampak yang ada di Masjid Al Mubaroq kami berikan santunan atau donasi dari muslimat NU Kota Mojokerto,” Ucap Ita.
Tidak hanya itu di tempat berbeda, Ika Puspitasari juga sebagai ketua PMI Kota Mojokerto mengatakan, PMI Kota Mojokerto bersinergi dengan Pemerintah Kota Mojokerto melalui relawan yang berada di bawah koordinasi Dinas Sosial sudah membuka dapur umum sejak hari Sabtu 7 Desember 2024. Maka PMI Kota Mojokerto sebagai bagian dari organisasi yang bertugas menangani kegawat daruratan termasuk kondisi bencana juga menugaskan relawan secara bertahap untuk membantu dalam dapur umum yang sudah di lakukan hari sabtu termasuk dalam memberikan suport logistik yang di butuhkan di dapur umum.
“Selain itu relawan kami juga melakukan evakuasi dan pengobatan. Kususnya di kebutuhan masyarakat di kesehatan yang bersinergi dengan pemerintah Kota Mojokerto melalui leading sektor Dinas Kesehatan Kota Mojokerto,” Terang Ita.
Ning Ita kembali mengatakan, di Tahun 2024 penghujung tahun ini curah hujan sangat tingi dikarenakan pergeseran iklim, bisa di katakan Kota Mojokerto mungkin sebelumnya dalam kurun waktu 10 tahun terakhir tidak ada banjir yang seperti ini terkecuali di saat tanggul jebol. Tetapi saat ini tanpa ada tanggul jebol dikarenakan curah hujan yang sangat tinggi dan secara intensitas setiap hari hujan, maka Kota Mojokerto secara topografi bentuknya adalah cekungan akan menjadi berkumpulnya air.
“Saya menghimbau kepada suluruh masyarakat Kota Mojokerto untuk terus waspada. Selema intensitas curah hujan masih tinggi maka Kota Mojokerto akan terus menjadi tempat terkumpulnya air sehingga kewaspadaan yang tinggi ini akan mencegah timbulnya korban jiwa. Kalau korban harta benda kita masih bisa suport tetapi kalau korban jiwa itu tidak kita harapkan. Kami berharap masyarakat semuanya selamat dan jangan lupa untuk menjaga kebersihan, kususnya pengelolahan sampah di masing-masing lingkungan. Dikarenakan kondisi sampah yang tidak terkelolah ini juga bisa menjadi potensi tercetusnya berbagai jenis penyakit dengan adanya curah hujan yang cukup tinggi,” Imbuh Ita. (Rix)













