Tagarterkini.com, Mojokerto – Musim Haji tahun ini begitu dinanti oleh pasangan Sabar, 61 tahun, dan Kustinayah, 59 tahun, pasangan suami istri (pasutri) warga Dusun Urung-urung, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.
Pasutri yang merupakan penjual pisang ini dengan tekun mengumpulkan hasil jualan pisang di Pasar Sawahan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, hingga akhirnya bisa naik haji tahun 2025. Ketekunan menabung selama hampir 23 tahun itu bak mimpi menjadi nyata, panggil dari tanah suci akhirnya terwujud.
Kustinayah menceritakan ia dan suami awalnya menabung secara pribadi dengan dimasukkan ke dalam celengan sejak tahun 2002 silam dan pada tahun 2012 mereka mendaftarkan haji ke salah satu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).
Ia menceritalan mulai 2002 menabung dengan nominal bervariasi atau seadanya mulai 10 ribu, 15 ribu, 20 ribu. Setelah dirasa cukup, pada tahun 2012 lantas mulai mendaftar.
“Setiap hari usai jualan saya tabung di celengan. Nominalnya bervariatif, alhamdulillah akhirnya terkumpul dan memberanikan untuk mendaftar, ” katanya, Senin (28/4/2025).
Ia menambahkan untuk melunasi biaya naik haji, keduanya berjualan pisang sejak pagi hingga sore hari dan ikut arisan lalu disetorkan ke KBIH Ar Rahmah. “Ikut arisan juga. Kumpulnya sedikit demi sedikit untuk melunasi biar tidak keteteran saya tabung dan akhirnya lunas,” katanya.
Cita-citanya bisa pergi ke Tanah Suci itu akhirnya bisa terjuwud setelah keduanya bisa melunasi biaya sebesar Rp60.955.751 per jemaah pada tahun 2020. “Rencananya berangkat sama suami ya tahun 2025 ini,” katanya.
Ia tak menyangka jerih payahnya bekerja sehari hari dan mengumpulkan sedikit rezekinya itu mampu untuk menjalankan rukun Islam yang kelima tersebut. “Buat makan aja repot, malah daftar haji itu. Saya senang sekali tidak menyangka, semua berkat ridho ALLAH,” Pungkasnya.













