Tagarterkini.com, Mojokerto – Bawaslu Kota Mojokerto gelar apel siaga pengawasan tahapan masa tenang, pemungutan dan penghitungan suara pada pilihan Gubernur dan wakil Gubernur, serta Walikota dan wakil Walikota Tahun 2024 di Gor Tenis Indor, Jalan Jokotole, Magersari, Kota Mojokerto. Minggu (24/11/2024).
Upacara Apel siaga tersebut di pimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Kota Mojokerto Dian Pratmawati serta di hadiri PJ Wali Kota Mojokerto, Muhammad Ali Kuncoro dan Kapolres Kota Mojokerto AKBP Daniel S Marunduri, dan di hadiri juga KPU Kota Mojokerto, Forkopimda Kota Mojokerto, dan diikuti seluruh personal pengawasan, mulai PTPS, PKD/PKL< Panwascam hingga jajaran sekretariat.
Ketua Bawaslu Kota Mojokerto, Dian Pratmawati mengatakan, ada beberapa hal yang di sampaikan yaitu terkait patroli pengawasan pada masa tenang dimana masa tenang itu di tanggal 24 hingga tanggal 26 November 2024.
“Kebetulan kami semalam kami terundang oleh rekan-rekan KPU yang melakukan proses penertiban APK pada titik pemasangan APK yang di pasang oleh KPU Kota Mojokerto. Sehingga selain yang di pasang oleh KPU, itu akan di serahkan oleh LO untuk proses penertiban,” Kata Dian
Dian Juga mengatakan, hingga hari ini masih banyak APK yang bertebaran di Kota Mojokerto. Melalui surat intruksi Bawaslu nomer 23 sudah kewajiban Bawaslu sebagai pengawas pemilu bagaimana masa tenang ini benar-benar menjadi masa yang tenang bagi masyarakat, selain itu masyarakat agar bisa berfikit untuk memilih siapa yang akan dipilihnya di Pilksda 2024 ini.
“Sehingga kita sebagai pengawas pemilu di haruskan ketika masa tenang harus menjaga agar tidak terjadinya kampanye. APK ini adalah salah satu alat sebagai kampanye sehingga kita terpanggil untuk proses penertiban. Hari ini sedianya kita melakukan penyisiran APK sekaligus melakukan penertiban,” Ucap Dian.
Dian juga menambahkan, tak lupa dirinya mengingatkan untuk memastikan di beberapa hal dimasa tenang ini yaitu yang pertama hajar serangan fajar, atau Money Politik.
“Terkait Mony Politik bisa terjadi dimana saja dan kapan pun, saya tekankan mulai dari awal sampai saat posisi bergabung dengan Bawaslu panjenengan sudah menjadi pengawas pemilu mulai dari tidur hingg bangun tidur, dan di sekitar kalian harus selalu ready untuk melakukan pengawasan terkait Mony Politik tersebut. Termasuk isu sara, hoax, black campaign itu hasus kita waspadai juga,” tambah Dian.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto M Ali Kuncoro saat sambutannya di apel siaga mengatakan, dirinya berharap Bawaslu Kota Mojokerto dan jajarannya hingga tingkat bawah, tidak tebang pilih dalam melakukan pengawasan dan menindaklanjuti pelanggaran Pilkada 2024.
“Hari tenang ini merupakan hari krusial, dimana masa kampanye sudah berakhir, dan segera memasuki hari pencoblosan suara. Saya berharap situasi kondusif tetap terjaga di Kota Mojokerto,” Kata Ali
Ali juga mengingatkan kepada Bawaslu Kota Mojokerto agar segara di lakukan pencopotan APK yang masih banyak terpasang di jalan-jalan Kota Mojokerto, mengingat hari ini sudah memasuki masa tenang.
“Saya melihat, meski hari ini sudah masuk hari tenang masih banyak baliho dan alat peraga kampanye yang masih dipasang di wilayah kota,” ujar Ali.
Menurut Ali, hari tenang ini merupakan hari krusial, dimana masa kampanye sudah berakhir, dan segera memasuki hari pencoblosan suara. Ia mengharapkan situasi kondusif tetap terjaga di Kota Mojokerto.
“Tidak ada Pilkada semahal harga nyawa. Saya berharap apa yang terjadi di daerah lain seperti di Sampang jangan sampai terjadi di Mojokerto,” ungkap Ali.
Ali berharap, selain aman dan kondusif tingkat partisipasi masyarakat Kota Mojokerto dalam Pilwali ini lebih meningkat dibanding pada Pemilu Legislatif lalu. Selain itu masyarakat bisa bersatu padu datang ke TPS untuk memilih pemimpin Kota Mojokerto, dan Provinsi Jatim. (Mbu)













