Tagarterkini.com, Mojokerto – Lomba Kelurahan berhasil tingkat Kecamatan di Kota Mojokerto 2025 masih berlangsung. Kali ini juri dari Kecamatan Magersari mendatangi Kelurahan Balongsari untuk menilai kerteria yang di lombakan di tingkat Kecamatan.
Akbar R Nurshultan juri kewilayahan dan kepemerintahan dari Kecamatan Magersari Kota Mojokerto mengatakan ada beberapa kategori atau indikator yang di nilai yaitu kewilayahan, atminitrasi kelurahan, trantib, ibuk-ibu PKK.
“Jadi teknisnya untuk bisa menang itu di atminitrasi dokumentasinya harus lengkap sesuai indikator tadi yang saya sebutkan seperti atminitrasi, trantib, ibu-ibu PKK,” Ucap Akbar.
Akbar menjelaskan, nantinya apabila Kelurahan yang menang di tingkat Kecamatan, maka akan di lombakan di tingkat Kota Mojokerto. Dan Kecamatan di Kota Mojokerto ada 3 yaitu Kecamatan Magersari, Kranggan, dan Prajurit Kulon. Nantinya Kekurahan di masing-masing kecamat akan berlomba untuk memenangkan di tingkat kota.
“Apabila di tingkat Kota sudah ada yang memnag, maka akan di lombakan di tingkat Provinsi dan selanjutnya akan di lombakan di tingkat Nasional,” Jelasnya.
Akbar berharap, dengan adanya lomba seperti ini di tingkat Kelurahan terkait atminitrasi bisa lebih aktif lagi dan di tingkatkan lagi serta inovatif. selain itu agar stikma masyarakat terkait perangkat Kelurahan yang kurang aktif bisa terbantahkan dengan adanya lomba seperti ini.
Sementara itu, Lurah Balongsari Ageng Ardhyabto, S.STP mengatakan, di lomba kelurahan berhasil 2025, Kelurahan Balongsari menargetkan bisa masuk nominasi 3 besar. Dikarenakan selama ini ketika ada lomba kelurahan berhasil ataupun kekurahan gotong royong, di Kelurahan Balongsari belum bisa masuk 3 besar di lavel tingkat Kecamatan.
“Ya selain itu memastikan bahwa atminitrasi yang ada di Kelurahan Balongsari ini tertata dengan baik dan benar,” Tambah Ageng.
Ageng juga mengatakan, dalam lomba kelurahan berhasil Tahun 2025 ini, Kelurahan Balongsari mengunggulkan di inovasi di bidang pelayanan yaitu Maslur Balongsari yang merupakan inovasi yang bisa mempermudah masyarakat Kelurahan Balongsari untuk mendapatkan informasi pelayanan ataupun mendapatkan pelayanan secara online yang mana itu di butuhkan masyarakat setiap jam bisa hingga malam ataupun di hari libur.
“Meskipun malam ataupun hari kibur tetap kita layani melalu online, karena tanda tangan kita menggunakan digital. Jadi Lurah tidak harus ada di kantor untuk melakukan tanda tangan tersebut. dan kemudian yang kedua inovasi non digital yaitu Sareng Bro Mbrah (Santai Bareng Ngobrol Luas dan Terarah) murapakan sarana komunikasi sambang RW yang kekurahan ingin terjun langsung ke lavel yang paling bawah dan ingin tau apa permasalahan yang di bawah yang bisa di carikan solusi bersama. Selain itu masih banyak lagi inovasi-inovasi seperti ibu-ibu PKK baik itu di Kelurahan Balongsari.” Tutup Ageng.













