Tagarterkini.com, – Garam memang dibutuhkan oleh tubuh kita, salah satunya untuk keseimbangan elektrolit karena garam dapat mempertahankan tingkat hidrasi. Dengan keseimbangan elektrolit yang terjaga, organ tubuh juga akan berfungsi maksimal.
Namun jika kita terlalu banyak mengkonsumsi garam justru akan membuat tubuh kita menjadi tidak sehat. Garam terdiri dari sekitar 60% klorida dan 40% sodium. Selain garam dapur, asupan garam juga bisa berasal dari makanan kemasan dan makanan olahan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyarankan untuk membatasi konsumsi garam per hari sebanyak 2.000 mg. Jumlah ini kira-kira setara 1 sendok teh (sdt).
Kelebihan asupan garam dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan. Mulai dari tekanan darah tinggi, stroke, sampai gangguan ginjal. Nah, lalu bagaimana caranya kita mengetahui apakah tubuh kita sudah kelebihan asupan garam atau ?
Berikut 7 tanda tubuh kita kelebihan asupan garam, sebagaimana dikutip dari Webmd (3/11/21) :
1. Kembung
Perut kembung adalah salah satu tanda kelebihan asupan garam yang paling umum. Kembung merujuk pada kondisi perut terasa penuh dan membesar. Kembung bisa terjadi karena garam bersifat menahan air.
Dengan asupan garam berlebih, maka semakin banyak air yang tertahan di tubuh sehingga terciptalah kondisi kondisi kembung. Perlu diketahui, asupan garam juga bisa ‘bersembunyi’ di balik konsumsi makanan tinggi sodium seperti sandwich, pizza, hingga sup kemasan.
2. Tekanan darah tinggi
Memeriksa tekanan darah secara teratur dianjurkan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara menyeluruh. Jika tekanan darahmu tinggi, besar kemungkinan ini karena asupan garam berlebih.
Perubahan pada tekanan darah terjadi lewat ginjal. Terlalu banyak asupan garam membuat ginjal makin sulit menyingkirkan kelebihan cairan yang tak diperlukan tubuh. Dampak akhirnya, tekanan darahmu bakal naik.
3. Bengkak
Tanda tubuh kebanyakan makan garam selanjutnya adalah bengkak. Bagian tubuh seperti wajah, tangan, telapak kaki, dan pergelangan kaki sangat mungkin bengkak.
Jika sudah mendapati tanda ini, jangan diabaikan. Segera kontrol asupan garam harianmu. Kurangi konsumsi makanan tinggi garam.
4. Merasa sangat haus
Haus adalah hal normal yang dirasakan seseorang saat sedang kurang minum, namun kalau kamu merasa sangat haus, bisa jadi karena sudah terlalu banyak mengonsumsi garam. Tubuhpun rentan alami dehidrasi.
Kenapa bisa merasa sangat haus saat kebanyakan makan garam? Ini lantaran tubuh menarik banyak air dari sel-sel tubuh yang memunculkan rasa sangat haus sebagai dampaknya. Solusi terbaik, segera minum banyak air untuk menetralisir garam dan menyegarkan sel-sel tubuh yang terdampak.
5. Naik berat badan cepat
Dampak kebanyakan makan garam ini pastinya tidak disukai orang-orang, terutama wanita. Asupan garam berlebih ternyata juga berkaitan dengan kenaikan berat badan. Jika kamu menambah berat badan dalam waktu singkat, misal selama beberapa hari atau seminggu, coba perhatikan asupan garam.
Garam bisa membuat berat badan naik karena sifatnya yang menahan air. Angka timbanganpun bakal bergerak naik. Coba kurangi konsumsi garam, kemudian perhatikan apakah berat badanmu kembali atau tidak setelahnya? Jika ya, besar kemungkinan kenaikan berat badan sebelumnya dipicu konsumsi garam.
6. Sering buang air kecil dan bangun di malam hari
Tanda tubuh kebanyakan makan garam selanjutnya adalah sering buang air kecil. Hal ini merupakan dampak lanjutan dari rasa haus berlebih. Kemungkinan kamu bakal minum banyak air putih untuk mengatasinya dan berakhir sering buang air kecil.
Tanda lainnya adalah tidur yang tak nyaman dan sering terbangun di malam hari. Asupan garam berlebih memicu hal ini hingga membuat kamu merasa tak ‘fresh’ di pagi harinya.
7. Gangguan perut
Ketika kamu dehidrasi kare terlalu banyak mengkonsumsi makanan tinggi garam, perut adalah bagian tubuh pertama yang akan merasa tidak nyaman. Kamu mungkin merasa mual, kram, atau bahkan diare. Jika sudah begitu, solusinya adalah perbanyak minum air putih.
Tak hanya itu, terlalu banyak mengkonsumsi makanan tinggi garam juga akan menyebabkan resiko jangka panjang, seperti mengalami pembesaran otot jantung, sakit kepala, gagal jantung, tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, batu ginjal, osteoporosis, kanker perut, dan stroke.








