Kelurahan Prajuritkulon Luncurkan Inovasi “Melampah Sri” untuk Atasi Permasalahan Sampah

 

Tagarterkini.com, Mojokerto — Dalam rangka menyelesaikan permasalahan penumpukan sampah di wilayah padat penduduk, Kelurahan Prajuritkulon meluncurkan inovasi bertajuk “Melampah Sri” (Mengelola Sampah Secara Mandiri Berbasis 3R: Reduce, Reuse, Recycle).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan V Tahun 2024, yang digagas oleh Sunarni, SE, selaku Sekretaris Kelurahan Prajuritkulon dan peserta PKP. Program ini secara resmi diseminarkan pada Selasa, 13 Agustus 2024, bertempat di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Mojokerto.

Inovasi “Melampah Sri” menitikberatkan pada edukasi masyarakat dalam memilah sampah organik dan anorganik, pembentukan jejaring kerja dengan Bank Sampah Induk Kota Mojokerto (BSI), serta pelatihan pemanfaatan limbah menjadi barang bernilai ekonomis seperti kompos, pot bunga, hingga kotak tisu dari kertas bekas.

Dalam sambutannya, Lurah Prajuritkulon, Muhamad Nurhadi, S.Sos, yang sekaligus bertindak sebagai mentor, menyampaikan:
“Kami mendukung penuh aksi perubahan ini, karena sejalan dengan visi lingkungan sehat dan masyarakat berdaya. Dengan membangun kesadaran, masyarakat tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga bisa meningkatkan nilai ekonomi dari sampah yang selama ini dianggap tak berguna.”

Seminar dan pelatihan ini turut melibatkan Dr. Ir. Wahid Wahyudi, M.T. sebagai coach, serta dukungan dari stakeholder internal (RT, RW, PKK, LPM) dan eksternal seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan BSI Kota Mojokerto.

Dengan dilaksanakannya program ini, timbunan sampah di TPS Prajuritkulon yang sebelumnya mencapai 1,5–2 ton per hari diharapkan dapat berkurang secara signifikan. Bahkan, hasil dari Bank Sampah nantinya ditargetkan mampu membantu warga membayar iuran listrik dan pajak PBB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *