KADIS S3 SEGER : Membudayakan Disiplin Positif yang Menyenangkan Ala SMPN 3 Mojokerto

 

Tagarterkini.com, Mojokerto – Di era gempuran digitalisasi, tidak hanya manfaat yang diperoleh, namun juga berdampak negatif terhadap kedisiplinan siswa. Sopan santun dan karakter positif siswa tergerus dengan pengaruh teknologi informasi. Untuk meminimalisir itu, SMP Negeri 3 Mojokerto menerapkan inovasi KADIS S3 SEGER (Membudayakan Disiplin dan Sopan Santun Dengan Sehat dan Gembira).

Dalam pelaksanaan inovasi ini, Guru dan staf TU menyambut siswa di gerbang sekolah dengan Senyum Sapa Salam Sopan Santun. Siswa membalas dengan Senyum Sapa Salam Sopan Santun, dan saling mengucapkan salam dengan sopan dan santun. Kemudian saat memasuki gerbang sekolah terdapat tiga jalur yang yang dapat dipilih siswa untuk dilalui.

Lajur pertama untuk pengendara sepeda. Lajur kedua lompat bangun datar. Lajur ketiga berisi titian berupa garis. Siswa harus melewati titian garis sesuai dengan pola dan melompat-lompat sesuai alur yang ada. Jalur ini dirancang untuk memicu aktivitas fisik dan keceriaan.

Selanjutnya, bagi siswa yang membawa sepeda, menuju parkir sepeda. Terakhir, Siswa melakukan absensi digital dengan finger print ketika datang dan pulang sekolah untuk mengecek kehadiran siswa.

Kepala SMPN 3 Mojokerto, Rejo mengatakan, inovasi ini tidak hanya meningkatkan kedisiplinan siswa, namun juga meningkatkan sopan santun warga sekolah.

“Tujuan utama dari inovasi pelayanan publik ini sebenarnya adalah pelayanan kepada warga sekolah dalam meningkatkan budaya positif, bukan juara,” ucapnya pada, Senin (18/11/2024).

Rejo menuturkan jika sekolah memberikan dukungan sepenuhnya dengan melengkapi sarana dan prasarana. Seperti lantai halaman sekolah dicat dengan tiga jalur yang didesain berwarna-warni sehingga menarik siswa. Pengadaan absen digital menggunakan finger print sehingga data absensi kedatangan dan kehadiran siswa dapat terpantau.

“Penerapan budaya positif di sekolah kami, dilakukan dengan menyenangkan tanpa ada paksaan, sehingga kesadaran warga sekolah dalam membudayakan kedisiplinan muncul dari internal masing-masing individu,”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *