Mojokerto, Tagarterkini – Pemerintah Kota Mojokerto mulai menggeber pelaksanaan program strategis tahun 2025 dengan menggulirkan dua proyek prioritas ke tahap awal lelang. Kedua proyek tersebut meliputi pembangunan gedung Baznas dan Forum CSR serta rehabilitasi gedung eks DPRD Kota Mojokerto yang akan difungsikan sebagai masjid.
Total nilai anggaran untuk dua paket pekerjaan tersebut mencapai Rp 4,4 miliar. Proyek pembangunan gedung Baznas dan Forum CSR dialokasikan senilai Rp 1,9 miliar, sementara rehabilitasi eks gedung DPRD mendapat kucuran dana sebesar Rp 2,5 miliar.
Kepala Bidang Penataan Ruang, Bangunan dan Bina Konstruksi DPUPR Perkim Kota Mojokerto, Zantos Sebaya, mengungkapkan bahwa dokumen proyek gedung Baznas dan Forum CSR saat ini telah diserahkan kepada Pokja Pengadaan Barang dan Jasa untuk direviu.
“Proyek ini kami ajukan lebih awal karena masuk dalam daftar strategis. Setelah tahap kaji ulang rampung, akan langsung masuk proses lelang,” jelas Zantos, Rabu (16/4/2025).
Gedung Baznas dan Forum CSR direncanakan dibangun di Jalan Bhayangkara, berdampingan dengan Kantor Kelurahan Jagalan. Bangunan tersebut nantinya akan dijadikan kantor bersama untuk memperkuat sinergi antar-lembaga sosial di Mojokerto.
Di sisi lain, bekas gedung DPRD yang terletak di kompleks Balai Kota akan mengalami perubahan fungsi menjadi tempat ibadah. Proyek rehabilitasi ini ditargetkan mulai dikerjakan setelah tahapan reviu dokumen selesai dan anggaran efisiensi APBD 2025 ditetapkan.
“Insyaallah pertengahan bulan ini kita ajukan kaji ulang ke pokja. Sembari menunggu hasil efisiensi, proses administrasi tetap kita jalankan,” tambahnya.
Menurut Zantos, dua proyek ini termasuk dalam sepuluh program prioritas Pemkot Mojokerto tahun 2025. Karena itu, lelang dilakukan lebih awal agar pelaksanaan bisa segera dimulai.
Sebelumnya, beberapa proyek strategis lain juga telah lebih dulu dilelang dan kini memasuki tahap pengerjaan. Termasuk di antaranya rehabilitasi ruang kelas di tiga sekolah, yakni SDN Miji 3, SDN Wates 6, dan SMPN 4 Mojokerto dengan total anggaran lebih dari Rp 2 miliar.
Dengan percepatan ini, Pemkot Mojokerto menunjukkan keseriusan dalam mendorong pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik secara merata.













