DPD Golkar Kota Mojokerto Umumkan Kepengurusan, 60 Persen Kader Muda dan Gen Z

 

Tagarterkini.com, Mojokerto — Setelah terpilih pada Musda Golkar Kota Mojokerto beberapa waktu lalu, Agus Wahjudi Utomo telah mengumumkan pengurus DPD Partai Golkar Kota Mojokerto periode 2025–2030 dalam agenda konsolidasi organisasional yang berlangsung di Kantor DPD, Jumat (5/12/2025).

Sebanyak 72 pengurus ditetapkan setelah melalui proses formatur selama lebih dari satu bulan, dengan komposisi 50 persen wajah baru, 33 persen perempuan, serta lebih dari 60 persen kader muda dan Generasi Z.

Selain memperkenalkan struktur kepengurusan baru, partai berlambang beringin itu juga menutup rangkaian konsolidasi pasca-Musda XI dengan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa, yang bertepatan dengan puncak HUT ke-61 Partai Golkar.

Pengumuman kepengurusan
dibacakan oleh Ketua DPD terpilih, Agus Wahjudi Utomo, didampingi Sekretaris Adam Fazal Farid Said dan Bendahara dr. Ditha Roosita Ayu Lestari. Formasi baru ini disebut Agus sebagai “mesin politik yang harus bergerak, bukan sekadar entitas formal yang tercetak dalam Surat Keputusan”.

“Ini bukan sekadar daftar nama. Ini adalah barisan tugas yang terstruktur. Partai tidak boleh hanya aktif saat periode kampanye. Golkar harus kembali menjadi kekuatan yang berdiri tegas di tengah masyarakat,” tegasnya.

Anggota DPRD Kota Mojokerto tersebut juga menegaskan bahwa struktur kepengurusan ini telah melalui proses konsultasi dan finalisasi bersama DPD Golkar Provinsi Jawa Timur, menjamin keselarasan dengan arah kebijakan partai di tingkat provinsi.

Mengacu pada instruksi DPP Golkar, regenerasi menjadi pilar utama dalam pembentukan kepengurusan kali ini. Dengan komposisi kader muda mencapai 60 persen, Golkar Kota Mojokerto secara terbuka mendorong anak muda untuk menjadi penggerak utama gerakan partai.

“Anak muda tidak boleh hanya menjadi komponen yang hadir, tetapi harus mengambil peran kepemimpinan. Ketiga dapil di Kota Mojokerto harus terisi oleh kader yang siap bekerja dan siap memenangkan persaingan politik,” ujar Agus.

Setelah pengenalan struktur, acara ditutup dengan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa, yang memberikan dimensi moral, spiritual, dan kemanusiaan di tengah proses konsolidasi politik. Saat memberi sambutan dalam acara doa bersama, Agus juga secara khusus mengajak hadirin untuk berdoa bagi korban banjir bandang yang melanda Aceh dan Sumatra—menunjukkan kesadaran partai akan masalah nasional yang mendesak.

“Doa kebangsaan ini mengingatkan kita bahwa politik bukan hanya tentang strategi dan taktik, tetapi juga tentang pengabdian kepada bangsa dan kepedulian terhadap sesama. Golkar harus membawa keteduhan dan manfaat nyata bagi rakyat, baik di tingkat lokal maupun dalam merespons tantangan nasional,” tutur Agus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *