Tagarterkini.com, Mojokerto – Untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memenuhi stok Cadangan Beras Pemerintah . Kodim / 0815 Mojokerto bersama BULOG turun langsung di petani untuk sosialisasikan dan menyerap Gabah Kering Panen (GKP) dengan harga Rp, 6.500 per Kilogram di Balongsari, Kota Mojokerto. Sabtu (15/02/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri Perwira Penghubung Kodim 0815 Mojokerto Mayor Inf Desto Jumeno, dan Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Jawa Timur Langgeng Wisnu Adinugroho, serta Pemimpin Cabang Perum BULOG Kancab Mojokerto Muhammad Husin. Dalam sosialisasi tersebut, mereka menyampaikan langsung ke petani terkait program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto secara tegas menekankan bahwa Pemerintah telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Penegasan ini disampaikan sebagai bentuk komitmen kuat Pemerintah dalam melindungi kesejahteraan petani Indonesia.
Mayor Inf Desto Jumeno mengatakan, sebagai TNI siap mendukung apa yang diperintahkan Presiden RI Pak Prabowo Subianto agar ketahanan pangan bisa segera terwujud dan tahun ini swasembada pangan serta selalu melakukan pendampingan kepada petani-petani yang ada di Mojokerto.
“Kita kan ada Babinsa-Babinsa jadi mereka selalu mendampingi petani atau poktan-poktan mulai dari pengolahan lahan hingga sampai panen,” kata Jumeno.
Jumeno berharap, apa yang menjadi program Presiden RI Prabowo Subianto di ketahanan pangan segera terwujud dan segera swasembada pangan.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Jawa Timur Langgeng Wisnu Adinugroho mengatakan, BULOG bekerja sama dengan TNI untuk memantau hasil panen padi dari petani. Selain itu pihak dari BULOG memastikan hasil panen Gabah Kering Panen (GKP) diserap dengan harga Rp, 6.500 per kilogram.
“Jadi BULOG itu any quality Gabah Kering Panen (GKP) akan kita serap dengan harga Rp, 6.500 per kilo. jadi kami dibantu dengan teman-teman Kodim dan Babinsa memastikan itu ke petani,” ucap Langgeng.
Langgeng juga mengatakan, sosialisasi seperti ini perlu digemakan terus, agar petani mengetahui. dan jangan sampai masih ada pengijon-pengijon yang memanfaatkan harga dengan mengurangi margin petani.
“Kalau tantangan dari program ini ada, namun masih bisa kita atasi. Program seperti ini kan baru pertama kali jadi masih belum merata diterima oleh petani sosialisasinya. Selain itu tantangan kami dari BULOG yaitu terkadang ada padi yang belum saatnya di panen namun sudah di panen karena mulai terserang hama ataupun kondisi hujan saat ini, itu terkadang di kemudian hari bisa menyulitkan kami dikarenakan hasil jadi berasnya tidak maksimal,” terang Langgeng.
Tidak hanya itu, Hadi Suwarno petani mengatakan, dirinya sangat berterima kasih atas program yang diberikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dengan harga Gabah Kering Panen (GKP) Rp, 6.500.
“Harga Gabah Kering Panen (GKP) langsung di petani sudah sangat bagus, saya sangat berterima kasih. dikarenakan harga tengkulak masih di bawahnya,” ucap petani Suwarno.
Kembali Suwarno mengatakan, dengan Gabah Kering Panen (GKP) dengan harga Rp. 6.500 per kilogram sangat setuju dikarenakan sudah mumpuni dan modal juga kembali.
“Dengan seperti ini kita bisa sejahtera, saya sangat berterima kasih,” tutup Suwarno.













