BERKATE PAK MIANG Inovasi dari Puskesmas Gedongan untuk Atasi Stunting

 

Tagarterkini. Com, Mojokerto – Dalam upaya percepatan penurunan stunting, Puskesmas Gedongan Kota Mojokerto meluncurkan inovasi unggulan bernama “BERKATE PAK MIANG”, singkatan dari Bersama Kader Asman Toga dan Akuresure Peduli ASI Eksklusif Demi Cegah Stunting. Inovasi ini hadir sebagai bentuk integrasi antara edukasi, pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA), dan pendekatan budaya lokal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi optimal sejak dini.

Inovasi ini menyasar kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai populasi kunci dalam pencegahan stunting. BERKATE PAK MIANG melibatkan kader kesehatan, kader Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (Asman Toga), serta pelaku akupresur sebagai mitra edukatif dan suportif dalam mendampingi ibu-ibu di wilayah kerja Puskesmas Gedongan.

Beberapa kegiatan utama dari inovasi ini meliputi, Edukasi ASI Eksklusif dan MP-ASI bergizi seimbang melalui kelas ibu hamil dan posyandu balita. Pemanfaatan TOGA seperti daun katuk, kelor, dan temu lawak untuk mendukung produksi ASI dan kesehatan ibu-bayi. Layanan akupresur (akuresure) oleh kader terlatih untuk membantu kelancaran ASI dan meningkatkan nafsu makan balita.
Pendampingan intensif oleh kader kepada ibu yang memiliki risiko stunting dan bayi dengan status gizi kurang.

Kepala Puskesmas Gedongan, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari kebutuhan di lapangan, di mana masih ditemukan ibu yang kesulitan memberikan ASI eksklusif, serta kurangnya pemanfaatan sumber daya lokal dalam mendukung kesehatan ibu dan anak. “BERKATE PAK MIANG menggabungkan kekuatan edukasi, budaya, dan kearifan lokal untuk menciptakan solusi nyata cegah stunting,” ujar beliau.

Sejak diluncurkan, inovasi ini telah menunjukkan hasil positif. Data awal menunjukkan peningkatan cakupan ASI eksklusif sebesar 25% dan penurunan jumlah balita gizi kurang di wilayah binaan. Para ibu juga mengaku lebih percaya diri menyusui dan merasa terbantu dengan kehadiran kader yang aktif mendampingi.

Dinas Kesehatan Kota Mojokerto mengapresiasi program ini sebagai bentuk inovasi layanan berbasis masyarakat yang mampu memanfaatkan potensi lokal untuk menjawab tantangan nasional. “BERKATE PAK MIANG” juga menjadi contoh sinergi antara kader, fasilitas kesehatan, dan keluarga dalam membangun generasi sehat dan bebas stunting.

Puskesmas Gedongan berharap inovasi ini dapat direplikasi di wilayah lain sebagai strategi intervensi stunting yang sederhana, terjangkau, namun berdampak nyata bagi masa depan anak-anak Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *