Bawaslu Kota Mojokerto Gelar Pemetakan Kerawanan Pemungutan Dan Penghitungan Pilkada 2024

 

Targarterkini.com, Mojokerto – Bawaslu Kota Mojokerto gelar rapat pemetakan kerawanan pemungutan dan pengitungan suara pada pemilihan tahun 2024 di Lynn Hotel, Jalan Punala, Balongsari, Kota Mojokerto. Rabu (20/11/2024).

Dalam rapat tersebut di hadiri perwakilan komisioner KPU Kota Mojokerto dan perwakilan Bakesbangpol Kota Mojokerto sebagai pemateri dalam pemetakan kerawanan pemungutan dan pengitungan suara pada pemilihan tahun 2024 serta di hadiri Gakkumdu, Camat dan lurah se Kota Mojokerto.

Ilham Bagus Priminada, Anggota Bawaslu Kota Mojokerto, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Humas dan Parmas mengatakan, rapat pemetakan kerawanan pemungutan dan pengitungan suara pada pemilihan tahun 2024 dan terkait TPS rawan secara serentak tanggal 20 November 2024 yang di publikasi yaitu terdapat 4 feriabel dengan 13 indikator terkait TPS rawan.

“Jadi terkait TPS rawan salah satunya tadi terkait pemilih yang potensi pemilih pindah dan pemilih tambahan. Dan ada juga kita melihat Pemilu logistik kemarin ada yang rusak, harapannya untuk pemilihan ini sudah tidak terjadi lagi,” Kata Ilham.

Ilham juga mengatakan, terkait TPS yang rawan yaitu rawan dari bencana, banjir, dan lain-lain dan juga rawan terkait jaringan internet yang minin sudah di petakkan oleh Bawaslu Kota Mojokerto. Tidak hanya itu Bawaslu juga mempetakkan TPS rawan konflik.

“Kita juga mempetakkan TPS rawan yang dekat dengan lembaga pendidikan yang potensinya ada semacam mobailisasi ini kan potensi rawan jadi kita bisa jega itu, lalu TPS yang dekat dengan wilayah-wilayah pabrik atau pertambangan, itu kan juga potensi rawan mobailisasi, dan juga TPS di lokasi kusus, ini kan pasti rawan juga,” Ucap Ilham.

Ilham menambahkan, untuk pencegahan di tempat kerawanan Bawaslu akan memberikan surat himbauan ke jajaran KPU dan juga memaksimalkan terkait pengawasan langsung serta berkordinasi dengan Stakeholder terkait mobailisasi agar tidak terjadi konflik.

“Ya harapannya kita dari pihak Bawaslu, pemilih juga sama-sama aktif untuk mengawasi dan juga ikut sama-sama mengikuti aturan yang ada contoh dalah satunya tidak membuat konflik, dan saat di bilik suara tidak menggunakan handphone nya dan yang terpenting sama-sama menjaga keamanan,” tutup Ilham. (Mbu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *