Banjir Tak Kunjung Surut di Kelurahan Prajuritkulon Kota Mojokerto, Ratusan Warga Terdampak

 

Tagarterkini.com, Mojokerto – Sudah 3 hari 3 malam wilayah Kelurahan Prajuritkulon, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, masih terendam banjir hingga Selasa (10/12/2024). Tingginya curah hujan beberapa hari terakhir membuat ratusan rumah warga terdampak banjir yang menyebabkan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Muhamad Nurhadi, Lurah Prajuritkulon mengatakan, dalam 3 hari ini curah hujan sangat tinggi dan air merendam rumah warga di wilayah Prajuritkulon tersebut tidak surut meskipun sudah di lakukan pembuangan air ke suangai anak brantas menggunakan 2 mesin pompa.

“Debit air masih tetap, kalau hujan tensi tinggi ya bisa naik. Karena penanganannya hanya 2 pompa pembuangan air itu saja, dari Kelurahan Prajuritkulon ada satu berukuran 6 dim, dan mendapatkan bantuan dari BPBD Jatim satu unit mesin pompa semuanya menyala 24 jam selama 3 hari ini,” Kata Nurhadi.

Nurhadi juga mengatakan, warga yang terdampak banjir di Kelurahan Prajuritkulon tersebut ada 640 jiwa. Dan hingga saat ini warga yang terdampak banjir mengungsi di Masjid Al-Mubaroq ada 97 jiwa. Lokasi yang terdampak paling parah berada di Prajuritkulon Gang 9 dan 8. Dan dari hari kedua kemarin warga yang terdampak banjir sudah mendapatkan bantuan berupa makanan nasih bungkus.

“Untuk penanganan bantuan hari kedua kemarin kita sudah melakukan rapat terbatas dengan tokoh masyarakat kita sepakat membangun dapur umum untuk menyalurkan nasih bungkus untuk yang terdampak banjir. Kemarin juga ada bantuan yang memberikan selimut dan terpal dari Satpol PP Kota Mojokerto. Dan juga air bersih.” Ucap Nurhadi.

Nurhadi kembali mengatakan, posko dapur umum di Kelurahan Prajuritkulon ada 2 lokasi yang satu berada di Prajuritkulon Gang 8 yang di dirikan oleh warga sendiri dan satunya lagi berada di Kantor Kelurahan Prajurit Kulon.

“Jadi untuk tempat pengungsian ada 2 sebenarnya, cuma saat ini kita fokuskan di Masjid Al Mubaroq dahulu, nanti kalau sudah memenuhi kapasitas kita alihkan ke Rusunawa Cinde. Sekarang ketinggian air sudah 180 centi meter,” terang Nurhadi.

Nurhadi menghimbau di perkirakan 3 minggu kedepan ini curah hujan masih tinggi diharapakan warga masyarakat selalu waspada, menjaga kesehatan dan juga lingkungan. Kalau memang rumahnya tergenang air kalau bisa mau di evakuasi agar mengungsi.

“Saya berharap semoga bencana banjir ini segera selesai, dan saya berharap semoga pemerintah pusat atau pemerintah daerah bisa memberikan atau mencari solusi, dikarenakan kita lihat memang Prajuritkulon ini tempat penampungan air. Jadi kita carikan solusi bagaimana air ini bisa segera surut. Kalau tidak bergerak cepat bisa kemungkinan Prajuritkulon ini bisa tenggelam dikarenakan di perkirakan 3 minggu kedepan curah hujan tinggi. Kalau tidak ada tindakan yang nyata terkait penanganan banjir ini ya bisa di perkirakan tenggelam. Kalau mesin pompa penyedot itu kita hanya bertahan saja, ya memang solusi tapi lebih baik ada solusi lain terkait banjir agar cepat surut,” Imbuh Nurhadi. (Rix)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *