Foto: Sugianto anggota Komisi 3 DPRD Kota Mojokerto
Tagarterkini.com, Mojokerto — Komisi 3 Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Mojokerto mematangkan rencana kegiatan dan anggaran (RKA) dalam rangka persiapan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 dengan mengelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan OPD terkait yang menjadi mitra.
Anggota Komisi 3, Sugiyanto mengatakan fokus RDP komisi 3 adalah untuk menggali informasi terkait RKA masing masing OPD khususnya terkait dengan dampak pengurangan dana tranfer daerah.
“Yang kedua memastikan bahwa effisiensi yang dilakukan OPD bisa efektif tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut politisi asal Partai Gerindra ini mencontohkan untuk Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) seperti RSUD dan Puskesmas diharapkan bisa berkontribusi maksimal terhadap PAD minimal bisa menutup biaya operasionalnya sendiri. “Harapan kita seperti BLUD bisa mandiri dan tidak lagi membebani APBD,” imbuhnya.
Pada RDP kali ini, tambahnya isu sentral pengurangan dana tranfer daerah agar tidak mengurangi pelayanan dasar ke masyarakat.
“Jangan sampai efesiensi tapi mengurangi pelayanan dasar pada masyarakat, tadi tiap OPD kita mintai penjelasan mana saja yang diefesiensi sehingga tahu,” terangnya.
Sugiyanto menambahkan RKA APBD 2026 yang telah diterima dewan dari Pemkot Mojokerto ke depan dapat dilaksakan secara efektif dan efisien. “Komisi 3 menekankan agar setiap OPD melakukan skala prioritas program dengan tanpa mengurangi kualitas pembangunan hingga pelayanan publik,” pungkasnya.













