Mojokerto, TagarTerkini.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mojokerto menggelar Media Gathering sekaligus acara buka puasa bersama pada Senin (17/3/2025) di Kantor KPU Kota Mojokerto. Acara ini menjadi ajang bagi KPU untuk menyosialisasikan hasil Pilkada Serentak 2024 serta memperkuat kemitraan dengan media dalam menyampaikan informasi demokrasi kepada masyarakat.
Ketua KPU Kota Mojokerto, Usmuni, menekankan bahwa media memiliki peran penting dalam menjaga transparansi dan kredibilitas proses pemilu. Ia mengungkapkan bahwa acara ini sebenarnya direncanakan sebelum Ramadan, namun baru bisa terlaksana pada bulan puasa karena keterbatasan waktu.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan media selama proses Pilkada. Tanpa peran jurnalis, informasi terkait pemilu mungkin tidak tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” ujar Usmuni.
Sementara itu, Komisioner KPU Kota Mojokerto Yahya Sachrul Wahyu Imam, yang membidangi Sosialisasi, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, memaparkan data partisipasi pemilih dalam Pilkada 2024. Partisipasi dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur mencapai 76,54%, sementara untuk pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mojokerto mencapai 75,74%.
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan tingkat kepedulian masyarakat yang cukup baik, meski masih ada tantangan yang perlu dievaluasi. Salah satunya adalah banyaknya warga Mojokerto yang berdomisili di luar kota, sehingga mempengaruhi tingkat kehadiran dalam pemilihan.
“Kami akan terus mencari solusi dan inovasi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu mendatang, termasuk memperbaiki sistem dan memperkuat edukasi politik bagi pemilih,” jelas Yahya.
Acara ini dihadiri oleh jurnalis dari berbagai media cetak, elektronik, dan online, termasuk perwakilan dari PWI dan IJTI Kota Mojokerto, serta beberapa pihak terkait seperti Kesbangpol Kota Mojokerto. Para peserta menyambut baik inisiatif KPU dalam membuka ruang diskusi dan memperjelas tahapan pasca-Pilkada.
Melalui kegiatan ini, KPU Kota Mojokerto berharap media dapat terus menjadi mitra dalam mengawal demokrasi, memastikan informasi yang disampaikan kepada publik tetap transparan, akurat, dan objektif.













