Sosok Darman Nelayan yang Selamatkan 9 Nyawa Pelajar di Pantai Drini

 

Tagarterkini.com, Gunungkidul — Tragedi pilu puluhan siswa SMPN 7 Kota Mojokerto yang terseret ombak pantai Drini, ada sosok seorang nelayan yang berhasil menyelamatkan 9 siswa.

Dalam peristiwa itu, 9 siswa diantaranya berhasil diselamatkan oleh nelayan tanpa menggunakan pengaman dan hanya menggunakan alat seadanya. Tiga nelayan penyelamat itu adalah Darman, Rahmad dan Beni.

Dikutip dari Sorot.co. Darman menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat di pagi hari. Kebetulan hari itu adalah hari Selasa Kliwon. Bagi orang yang berprofesi sebagai nelayan di pantai Jawa, hari Selasa Kliwon itu merupakan salah satu hari pantangan untuk melaut.

Pada saat itu beberapa orang berteriak meminta tolong usai melihat belasan orang terseret arus di wilayah rip current Pantai Drini. Mengetahui hal itu, Darman dan 2 nelayan lainnya langsung sigap dan berusaha menyelamatkan belasan orang yang terseret ombak.

Lebih lanjut, Darman menerangkan pada saat itu terjadi, Darman dan Rahmad langsung menolong dengan menggunakan perahu nelayan dan dengan peralatan seadanya. Dia melihat belasan orang terombang-ambing dan sudah lemas tidak bisa melakukan apapun.

Bahkan saat dilempar tali tambang, mereka sudah tidak bisa menggapai tali tersebut dan malah semakin terseret ke tengah. Pada saat itu juga dia menolong korban dengan cara menarik anggota tubuh korban secara paksa agar segera naik ke perahu.

“Mereka sudah tidak bisa apa-apa. Bahkan terlihat tangan mereka sudah kaku dan mata sudah putih semua,” ungkap Darman.

Dalam penyelamatan pertama Darman dan Rahmad berhasil menyelamatkan 6 orang dan kembali ke tepi pantai. Kemudian untuk penyelamatan yang kedua, Darman bersama Beni juga berhasil menyelamatkan 3 orang.

“Untuk penyelamatan yang kedua, ada dua orang yang dalam kondisi berpelukan. Ketika saya menyelamatkan satu orang yang sedang berpelukan, orang yang satunya itu langsung tenggelam dan sudah tak terlihat lagi,” jelas Darman, nelayan asal Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (29/01/2025).

Usai melakukan penyelamatan kedua, korban dibawa ke tepi pantai untuk penanganan pertama. Kemudian Darman dan Nur Rahmad berusaha menyelamatkan korban yang terakhir terlihat tenggelam, namun sayang korban tidak berhasil diselamatkan.

“Saat itu saya sangat menyesal tidak bisa menyelamatkan semua korban. Kami hanya bisa menyelamatkan 9 nyawa,” ungkap Darman.

Ia juga meminta maaf terhadap keluarga korban karena tidak bisa menyelamatkan korban saat tenggelam. Darman juga mengucapkan bela sungkawa terhadap keluarga korban.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *