Tagarterkini.com, Mojokerto – Kelurahan Balongsari menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 pada Junmat, 24 Januari 2025. Bertempat di Balai Pertemuan Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.
Musrenbang di Kelurahan Balongsari di hadiri Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo, dan Kepala dinas PUPR Kota Mojokerto Muraji, serta di hadiri Camat Magersari dan Lurah Balongsari.
Lurah Balongsari, Ageng Ardhyanto mengatakan, Musrenbang Kelurahan Balongsari juga mengundang lembaga kemasyarakatan yang ada di Kelurahan Balongsari termasuk RT, RW, LPM, PKK, karangtaruna, kader kesehatan, Posyandu dan masih banyak lainnya. Musrenbang 2026 di Kelurahan Balongsari menerima berbagai usulan pembangunan fisik di Balongsari.
“Harapan saya, usulan-usulan dari masyarakat Balongsari nanti yang jelas dari Pemkot tidak bisa seluruhnya terakomodir. nanti harapan saya yang sudah terfilter di level kelurahan memang itu yang benar-benar di butuhkan masyarakat dan bisa langsung berdampak ke masyarakat,” ucap Ageng.
Ageng juga mengatakan, salah satu usulan masyarakat di Musrenbang 2026 di Kelurahan Balongsari yang di preoritaskan yaitu pembangunan gedung serba guna, yang nantinya berfungsi untuk balai pertemuan RT, RW, yang selama ini di wilayah Sumolepen yang sudah berdiri saat ini bukan di tanah aset.

“Jadi nantinya akan kita fokuskan di satu tempat, bisa juga nanti untuk posyandu terpadu seluruh posyandu yang ada di wilayah Sumolepen dan bisa jadi satu, bisa jadi gedung serba guna, kemudian bisa jadi gedung olahraga indor untuk masyarakat Kelurahan Balongsari,” kata Ageng.
Ageng menjelaskan, seluruh usulan di Musrenbang 2026 Kelurahan Balongsari sudah bagus dan merata di 4 lingkungan dan setiap lingkungan usulannya mendapatkan preoritas.
“Yang jelas usulan terbanyak itu di infrastruktur. infrastruktur yaitu seperti pembangunan gapura, pembenahan saluran air karena mengingat hujan setidaknya kalau kita tidak bersiap dari awal agar tidak sampai ada genangan-genangan air lagi di wilayah Kelurahan Balongsari,” tutur Ageng.
Realisasi Dana Kelurahan Tertinggi Di Kota Mojokerto 2024
Ageng kembali mengatakan, capaian dana kelurahan (Dakel) Tahun 2024 di Balongsari yang terealisasikan mendapatkan apresiasi dari Bappeda Kota Mojokerto dengan gapaian 99,69 persen yang hampir sempurna berkat kerja keras petugas kelurahan balongsari dan juga suport masyarakat kelurahan balongsari.
Sementara itu, Bambang Munarto, ketua LPM Balongsari mengatakan, usulan-usulan masyarakat di Musrenbang 2025 di Kekurahan Balongsari di bagi menjadi 3 bidang yaitu di bidang infrastukur pembangunan ada 49 usulan, dan kemudian untuk bidang ekonomi ada 5 usulan, sedangkan bidang pembangunan manusia ada 13 dari 13 akan di kerucutkan menjadi 5 sesuai rumus RKPT yang ada di Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bapekko).
“yang jelas usulan-usulan yang sifatnya pemeliharaan itu kita sampaikan bersurat.Tetapi hanya 10 yang di masukkan dalam program dalam bidang pembangunan, yang sisanya tidak di terima,” tambah Bambang.
Bambang berharap, dari semua usulan dan akhirnya di kerucutkan menjadi sepuluh usulan dari masyarakat Balongsari tersebut di setujui dan bisa di realisasikan oleh pemerintah Kota Mojokerto atau dinas-dinas terkait.













