Jelang Arus Mudik, Dishub Kota Mojokerto Siapkan 3 Rekayasa Lalin

 

 

Foto: Jalan Empunala akan dijadikan alternarif untuk mengurai kemacetan Kota Mojokerto

Tagarterkini.com, Mojokerto – Jelang arus mudik yang diprediksi akan mencapai puncaknya saat Idul Fitri 2024, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto menyiapkan sejumlah skema untuk mengurai kemacetan. Tak hanya itu, Dishun juga tengah mempersiapkan skema rekayasa lalu lintas di sejumlah sejumlah titik.

“Skema dan rekayasa lalin telah kita siapkan untuk antisipasi arus mudik jika terjadi kepadatan lalin yang masuk maupun lewat Kota Mojokerto,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Mojokerto, Endri Agus Subianto.

Lebih lanjut seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam momen lebaran Idul Fitri 2024 nanti mobilitas masyarakat diprediksi akan meningkat sejak tanggal 6 April hingga 16 April 2024. Untuk, segala persiapan harus dilakukan agar lalin lancar tanpa kendala.

“Setidaknya ada 3 skema rekayasa lalulintas yang telah disiapkan Dishub Kota Mojokerto untuk mengurai kemacetan,” tegasnya.

Ia menjelaskan alternatif pertama, semua kendaraan dari arah Surabaya menuju Jombang akan dilewatkan ByPass. Setiba di perempatan Sekarputih akan dibelokkan Jalan Empunala kemudian diarahkan ke Jalan Gajahmada hingga perempatan Puri belok kanan menuju jalan Raden Wijaya.

Sementara untuk kendaraan dari arah Jombang menuju Surabaya akan dilewatkan ke jalan Penarip hingga simpang 4 Prapanca diarahkan ke Jalan Kartini sampai Jalan Gajahmada belok kiri dan menyebrangi jembatan Gajahmada.

“Kendaraan arah Surabaya – Jombang masuknya dari simpang 4 mertek keluar Jalan RA Basoeni, Sooko. Begitupun sebaliknya,” ucapnya.

Untuk alternatif kedua, semua kendaraan dari arah Surabaya Timur, tepatnya dari simpamh 3 Tarik, Sidoarjo akan dilewatkan Jalan Raya Lespadangan menuju Tapen, Ploso, Jombang.

Sedangkan kendaraan dari arah Jombang – Surabaya, akan dilewatkan Surodinawan menuju Jalan Brawijaya, belok ke Jalan Jati Kulon, belok kiri ke Jalan Ijen, lurus hingga ke Mertex.

Sedangkan untuk alternatif ketiga, semua kendaraan dari Surabaya menuju Jombang akan dilewatkan di Jalan Baypass. Sedangkan dari arah sebaliknya, akan dilewatkan Jalan Brawijaya, belok kanan menuju Jalan Kartini, lurus sampai Jalan Gajahmada belok kiri melewati jembatan menuju arah Mlirip.

Tak Hanya itu, Ia bakal menerjunkan 20 personil dan kendaraan roda empat Patwal dan Pengawasan sebanyak satu unit serta kendaraan roda dua Patwal dan Pengawasan sebanyak 2 unit dan kendaraan roda empat pengangkut prasarana sebanyak satu unit.

“Selain itu kami bersama instansi terkait juga mendirikan Pos Pengamanan (Pos Pam) di Stasiun Kota Mojokerto jalan Bhayangkara, Sunrise Mall jalan Benteng Pancasila, Sekarputih jalan Raya Bypass dan Rest Area Gunung Gedangan,” katanya.

Berdasarkan pemaparan dari Kapolri, ada pembatasan operasional nobil barang dengan jumlah berat lebih dari 14.000 kilogram, mobil barang dengan tiga sumbu atau lebih, kereta gandengan, dan mobil barang yang digunakan untuk pengangkutan bahan galian (tanah, pasir, batu) dan bahan tambang, serta bahan bangunan seperti besi, semen dan kayu.

“Pembatasan ini mulai tanggal 6 April pukul 00.00 WIB sampai 8 April pukul 24.00 WIB saat momen mudik. Untuk momen balik mulai tanggal 14 – 16 April,” tutur Endri.

“Pembatasan ini dikecualikan bagi BBM atau gas, barang ekspor dan impor dari dan ke pelabuhan ekspor atau impor, air minum dalam kemasan, ternak, pupuk; hantaran pos dan uang, dan ahan pokok,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, Dishub Kota Mojokerto telah memasang kamera pemantau di 21 persinggungan. Dari puluhan persimpangan itu, 11 diantaranya dapat dikontrol sesuai kebutuhan. Seluruh kamera terhubung ke CC room ATCS (area traffic control system) di kantor dishub.

“Total ada 73 unit kamera telah kami pasang di 21 persimpangan untuk memonitoring kondisi lalulintas,” pungkasnya.

Berita Terkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

No Content Available