Simulasi Pencoblosan, KPU Kota Mojokerto Minta Petugas KPPS Cermat saat Pencoblosan

 

Simulasi Pencoblosan, KPU Kota Mojokerto Minta Petugas KPPS Cermat saat Pencoblosan

Foto:Simulasi pencoblosan kembali dilakukan oleh KPU Kota Mojokerto.

Tagarterkini.com, Mojokerto – Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Mojokerto menggelar simulasi pencoblosan hingga penghitungan suara untuk ketiga kalinya. Simulasi kali ini bertempat di balai RW Wates Perumahan tengah Kelurahan Wates, Rabu (31/1/2024).

Ketua KPU Kota Mojokerto, Saiful Amin mengatakan, kegiatan Simulasi hari ini guna memantapkan proses pemungutan dan perhitungan suara yang diikuti pihak penyelenggara di tingkat KPPS, PPS, PPK.

“Semua harus paham dan jangan sampai pas hari H ada kesalahan, sehingga simulasi dilakukan,” katanya.

Simulasi ini berlangsung di TPS 030 mengundang 269 Daftar Pemilih Tetap (DPT) dilakukan rill sesuai situasi pemungutan suara pada Rabu 14 Februari 2024 mendatang. Pemilih akan menerima lima surat suara di TPS, yaitu Pilpres, Pileg Kabupaten/Kota, Pileg Provinsi, Pileg DPR RI dan DPD dengan surat suara berupa contoh.

Terdapat lima kotak surat suara digunakan untuk pemilihan presiden dan wakil presiden, anggota DPD RI, anggota DPR RI, anggota DPRD Provinsi, serta anggota DPRD Kabupaten atau Kota.

Saiful Amin mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya KPU untuk mematangkan petugas KPPS yang baru dilantik dalam pemungutan suara. Kegiatan ini juga ditekankan pada penggunaan Sirekap pada petugas KPPS, PPS dan PPK.

“Penekananya pada bagimana penggunaan Sirekap sehingga saat pemungutan petugas sudah memahami,” katanya.

Saiful Amin menuturkan, simulasi pemungutan suara hari ini dilaksanakan secara rill. Artinya, simulasi pemungutan suara hari ini sama dengan 14 Februari nanti sama persis.

“Kita melakukan simulasi secara rill dan kita mengundang pemilih asli. Selain itu ada juga simulasi pemilih pindah pilih,” tuturnya.

Lebih lanjut Amin menambahkan para pemilih ini menerima surat C pemberitahuan dari KPU. Surat itu kemudian dibawa untuk dalam simulasi pemungut suara.

“Yang kita sebarkan itu C pemberitahuan bukan lagi undangan. C pemberitahuan ini dibawa ke sini dengan identitas KTP,” jelasnya.

 

Berita Terkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

No Content Available