Mengenal Inovasi PIJAR ASI yang Sangat Membantu Ibu Pasca Nifas

 

Foto: Petugas medis membantu ibu pasca nifas untuk mendapatkan ASI.

 

Tagarterkini.com, Mojokerto — Selama fase nifas, ibu akan mengalami perubahan-perubahan diri, termasuk tubuh, psikologi hingga keluarnya air susu. Air Susu Ibu (ASI) merupakan emulsi dari lemak yang terlarut dalam protein, garam organic dan lactose. ASI dihasilkan pada jaringan kelenjar payudara dari Ibu dengan fungsi sebagai makanan utama bayi.

Bayi yang baru lahir dianjurkan untuk memperoleh ASI ekslusif sejak lahir hingga mencapai usia enam bulan, hal ini sesuai dengan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun, hal ini tidak semuanya berlangsung dengan baik, melainkan terdapat kendala yakni ASI hanya keluar sedikit bahkan tidak keluar sama sekali sehingga bayi kekurangan asupan makannya. Mengenai pemberian ASI eksklusif, WHO menargetkan bahwa pada tahun 2025 setidaknya 50% bayi baru lahir memperoleh ASI eksklusif.

Data dari PONED puskesmas Blooto tahun 2020 menunjukkan dari total 163 ibu bersalin di PONED, 101 (62%) mengalami masalah ketidaklancaran ASI, 62 (38%) ibu nifas dengan produksi ASI sudah lancar. Sedangkan dari hasil pencapaian kinerja puskesmas tahun 2020, cakupan bayi usia 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif sebesar 75,6%.

Untuk mengatasi masalah tersebut Puskesmas Blooto melakukan inovasi PIJAR ASI yang diterapkan pada ibu yang melahirkan di PONED, dengan kegiatan sebagai berikut :
Pemberian KIE pada ibu paska salin dan suami tentang pijat untuk melancarkan ASI
Memberikan demonstrasi pijat yang diterapkan pada ibu paska salin
Memberikan kesempatan pada suami untuk mempraktekkan langkah pelaksanaan pijat lancar asi terhadap ibu paska salin. Selain itu ibu dan pendamping diberikan KIE teknik menyusui yang benar, tujuannya memaksimalkan pemberian ASI untuk bayi

Tujuan dari PIJAR ASI adalah meningkatkan capaian keberhasilan ASI eksklusif, mencegah pemakaian susu formula pada awal kelahiran bayi, serta mencegah stunting di masa mendatang.

Hasil yang didapatkan dari inovasi PIJAR ASI adalah capaian bayi yang mendapat ASI eksklusif tahun 2021 mengalami peningkatan menjadi 94,2% dibanding tahun 2020 sebesar 75,6%. Di tahun 2022 cakupan ASI eksklusif mencapai 87,5%. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksaan pijat turut serta dalam keberhasilan produksi ASI di awal kelahiran bayi.

 

Berita Terkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

No Content Available