Gelar Simulasi Pencoblosan, KPU Kota Mojokerto Libatkan 156 Pemilh

 

Foto: Proses simulasi pencoblosan yang digelar KPU Kota Mojokerto.

Tagarterkini.com, Mojokerto – Sebanyak 156 pemilih dilibatkan dalam simulasi pemungutan dan penghitungan suara digelar KPU Kota Mojokerto, Rabu (27/12/2023).

Simulasi ini berlangsung di Balai RW Lingkungan Panggreman, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Nampak, pemilih terlihat antusias melakukan simulasi pencoblosan lima surat suara yang disediakan.

Terdapat lima kotak suara digunakan untuk pemilihan presiden dan wakil presiden, anggota DPD RI, anggota DPR RI, anggota DPRD Provinsi, serta anggota DPRD Kabupaten atau Kota.

Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaran KPU Kota Mojokerto, Tri Widya Kartikasari mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya KPU untuk mematangkan badan Adhoc dalam pemungutan suara. Kegiatan ini juga untuk memetakan titik-titik krusial dalam pemungutan dan penghitungan suara.

“Makanya kita tadi mengundang PPS hingga PPK, agar mereka paham dalam pemungutan suara. Titik-titik krusial mana yang perlu ditekankan ke PPS dan PPK sehingga pada 14 Februari nanti semua paham,” katanya.

Tri Widya menuturkan, simulasi pemungutan suara hari ini dilaksanakan secara rill. Artinya, simulasi pemungutan suara hari ini sama dengan 14 Februari nanti sama persis.

“Kita melakukan simulasi secara rill dan kita mengundang pemilih asli,” ucap Tri Widya.

Perempuan yang akrab disapa Diah melanjutkan, KPU melibatkan sekitar 156 pemilih real. Para pemilih ini menerima surat C pemberitahuan dari KPU. Surat itu kemudian dibawa untuk dalam simulasi pemungut suara.

“Yang kita sebarkan itu C pemberitahuan bukan lagi undangan. C pemberitahuan ini dibawa ke sini dengan identitas KTP,” jelasnya.

Pada simulasi kali ini, Diah memilih TPS 33 di Lingkungan Panggreman, Kelurahan Kranggan. Ia beralasan TPS ini memiliki DPT terkecil di Kota Mojokerto , yakni sekitar 156 pemilih.

Dengan simulasi ini, Diah berharap dengan kegiatan ini para PPS bisa semakin paham dalam proses pemungutan dan penghitungan suara.

“Nantinya PPS ini kan memberi Bimtek ke KPPS, dengan kegiatan ini harapannya PPS bisa memahami dan disampaikan ke KPPS,” pungkasnya.

Sumarni salah satu pemilih usai mengikuti simulasi mengaku jika tidak ada kendala berarti dalam proses pencoblosan.

“Kalau kendala tidak ada, sudah biasa. Hanya saat melipat sedikit ribet,” tukasnya.

Berita Terkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

No Content Available