Antisipasi Kepadatan Kendaraan Jelang Nataru 2024, Ini Persiapan Dishub Kota Mojokerto

 

Foto: Kepala Dishub Kota Mojokerto Endri Agus

Tagarterkini.com, Mojokerto — Jelang libur Natal dan Tahun baru 2024 (Nataru) berbagai persiapan dimatangkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan sehingga menimbulkan kemacetan. Berikut persiapan yang dilakukan Dishub Kota Mojokerto.

Nantinya saat Nataru, Dishub akan memberikan perhatian khusus pada jalur sibuk dan rawan macet seperti di perempatan Kenanten, Jalan Empunala dan jalan protokol tengah kota. Dishub juga akan menempatkan belasan personil akan disiagakan di belakang meja Area Traffic Control System (ATCS).

Tak hanya itu, Dishub menyiapkan rencana operasi (renops) dengan menyiagakan sarana dan prasarana pengamanan serta penempatan personil di titik-titik rawan.

“Kami sudah menyiapkan 20 unit water barrier, 100 unit traffic cone, 1 unit mobil patroli, 2 motor mobil patrol, 1 skylift PJU dan 1 mobil pick up untuk pengamanan Nataru nanti,” kata Kepala Dishub Kota Mojokerto Endri Agus Subianto, Selasa (19/12/2023).

Pengamanan lalu lintas oleh Dishub dan petugas pengamanan terpadu bakal digelar H-2 Natal hingga H+2 Tahun baru.

Sebanyak 17 petugas lapangan akan disiagakan di posko Nataru terpadu di alun-alun, stasiun KA, Sunrise Mall dan, pos Sekar Putih.

“Pengamanan lalu lintas dilakukan 2 hari jelang Natal hingga 2 hari setelah tahun baru,” ungkapnya.

Tidak hanya menerjunkan personel di pospam, pengendalian lalu lintas juga dilakukan dengan pemantauan jarak jauh lewat ATCS.

Piket pantau ATCS dilakukan oleh 10 petugas di CC room untuk membantu mengurai kemacekatan lalu lintas.

Misal dengan menambah durasi waktu lampu hijau. ATCS mengendalikan 16 kamera PTZ, 45 kamera fixed dan 61 kamera di 11 titik ATCS.

Jumlah kendaraan yang melintas di Kota Mojokerto terlihat ramai beberapa hari terakhir. Diperkirakan, grafik kepadatan lalu lintas akan memasuki puncaknya pada H-1 Natal.

Berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, sejumlah ruas jalan protokol dan persimpangan mengalami peningkatan dan berpotensi macet.

Khususnya di titik-titik yang menjadi gerbang masuk menuju pusat Kota Mojokerto. Salah satu titik yang rawan terjadi kemacetan panjang adalah di persimpangan Jalan Gajah Mada.

Untuk itu, Dishub telah melakukan antisipasi. Yakni dengan skema pengaturan lampu traffic light. Selebihnya yakni di persimpangan Jalan Raden Wijaya dan persimpangan Tropodo.

Sedangkan di jalur nasional diprediksi terjadi di persimpangan Jalan Empunala. Karena kendaraan dari exit tol Penompo yang masuk ke kota akan lewat Jalan Empunala.

Berita Terkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

No Content Available