Usulan Pj Walikota, Sekdakot Gaguk di Nomer 3, Ada apa?

 

 

 

Foto: Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto, Junaedi Malik

Tagarterkini.com, Mojokerto — Meski diusung empat fraksi, namun nama sekdakot Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo menempati urutan ketiga dalam surat yang dikirim DPRD Kota Mojokerto. Diatas nama Sekdakot Gaguk ada Jazuli dan Ali Kuncoro, Lantas apa alasannya?

Dalam surat nomor 170/1863/147.300/2023 yang dikirim ke Kemendagri, tertulis nomer satu yakni Muhammad Ali Kuncoro Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Pemprov Jatim, nomor dua ada nama Jazuli asisten adminitrasi umum setda Pemprov Jatim, dan nomer tiga ada Gaguk Tri Prasetyo Sekdakot Mojokerto.

Wakil ketua DPRD Kota Mojokerto, Junaedi Malik mengatakan jika dinamika usulan nama Pj walikota ke Kemendagri di internal dewan memang sempat panas. Mepetnya waktu yang ditentukan hingga kelengkapan syarat adminitrasi menambah panas internal.

“Memang situasinya memanas, waktu pengusulan juga mepet. Bahkan untuk penentuan urutan usulan Pj sempat alot di jajaran rapat pimpinan,” aku Juned sapaan Junaedi Malik, Senin (6/11/2023).

Menurutnya saat rapat unsur pimpinan, dalam menentukan urutan sempat alot. Salah satu pimpinan, menginginkan Sekdakot Gaguk di nomer teratas lantaran diusulkan empat fraksi. Namun, akhirnya rapat yang sempat alot, diputuskan jika urutan tidak melihat strata namun berdasarkan jabatan tertinggi.

“Agar situasi tidak semakin meruncing dan memanas. Pimpinan legislatif menilai metode ini paling bijak dalam menyusun nomor urut calon Pj Walikota,” ungkapnya.

“Penyusunan nomor urut tanpa strata dan tanpa kompetensi, sehingga kita putuskan menggunakan tingkat birokasi yang diemban. Tidak ada tendensi apa-apa. Tapi kita memahami pasti akan ada reaksi,” tambahnya.

Politisi PKB ini mengatakan agar situasi tidak semakin meruncing dan alot, pimpinan DPRD mencoba meredam situasi dengan menerapkan metode tingkat birokasi untuk menyusun nomor urut nama calon Pj Walikota.

“Ini merupakan langkah yang paling bijak dan tidak ada tendensi apapun. Itu berdasarkan keputusan rapar pimpinan. Toh formasi tidak ada pegaruh apa-apa di pusat dalam konteks penilaian akhir,” jelasnya.

Ia juga menegaskan jika tiga nama yang diajukan itu jangan diartikan sebagai rangking.

“Gak ada sifatnya nomer ini terbaik nomer ini kurang baik, semua stratanya sama. Nama ini semua sudah memenuhi syarat adminitrasi yang sebelumnya kita sampaikan. Lengkap sehingga kita usulkan,” tukasnya.

Ketika disinggung nama Sekda di lain daerah selalu diusulkan di nomer satu, Juned menegaskan jika penentuan itu untuk meredam situasi yang panas dan alot.

“Ini agar meredam situasi. Dan segera mengirim nama calon Pj,” pungkasnya.

Sebelumnya di internal dewan surat usulan yang dikirim ke Kemendagri menjadi bahan pertanyaan. Pasalnya, penentuan nomer nama usulan tidak disampaikan dalam rapat apapun. Mekanisme penentuannya juga tidak pernah dibahas, sehingga ketika nama calon Pj diusulkan menyisakan tanya di kalangan dewan.

“Kalau logis harusnya ya yang didukung empat fraksi di nomer satu, selanjutnya dari fraksi lain. Ini seperti sesat logika, kalau berdasarkan jabatan kenapa bukan asisten adminitrasi pak Jazuli yang nomer satu. Jangan sesat berlogika,” ungkap salah satu Ketua Fraksi.

Berita Terkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

No Content Available