Balai Kota Mojokerto Semakin Cantik dengan Nuasa Majapahitan

 

 

 

 

Foto: Majapahitan : Balai Kota Mojokerto nampak cantik dengan nuansa Majapahitan.

Tagarterkini.com Mojokerto — Nuasa Majapahitan kini semakin kental pada wajah Balai Kota Mojokerto. Ornamen ukiran, dinding batu bata hingga gapura yang ada di balai Kota semakin mendukung perwajahan Kota Mojokerto menuju kota wisata berbasis sejarah.

Memang, Walikota Mojokerto Ika Puspitasari terus merevitalisasi perwajahan Kota Mojokerto dengan gaya arsitektur Majapahit serta menghidupkan berbagai pergelaran budaya.

Tahun ini sejumlah pembangunan kebudayaan bersifat fisik disiapkan, mulai Galeri Soekarno hingga Taman Wisata Bahari Majapahit.

Sederet pergelaran budaya dihelatnya. Mulai Mojotirto Festival, Kirab Budaya sekaligus drama kolosal Majapahit, sampai Mojobatik Festival. Hal itu semakin meneguhkan Kota Mojokerto akan menjadi Kota Wisata berbasis sejarah.

Khusus untuk Balai Kota, nampak jelas ornamen Majapahitan terlihat. Bahkan, jika kita masuk ke lobby, ada peninggalan Majapahit berupa artefak guci yang dipamerkan dan terawat dengan baik.

“Revitalisasi balai Kota Mojokerto ini sebagi upaya Sekretariat Pemkot Mojokerto mendukung Wisata sejarah yang diusung Walikota yakni Kota Mojokerto menuju Kota wisata sejarah. Terutama Majapahit,” kata Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo, Rabu (11/10/2023).

Lebih lanjut Gaguk yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) ini mengatakan kentalnya nuansa Majapahit tak hanya di Balai Kota, di semua ruas baik di jalan protokol hingga kampung spirit of Majapahit juga sangat dirasakan. Hal itu mengingat, salah satu prioritas Walikota adalah menjadikan Kota Mojokerto menuju kota pariwisata yang berbasis sejarah dan budaya.

Hampir seluruh bangunan perkantoran Pemkot Mojokerto hingga 18 kantor kelurahan sekota bercorak khas Majapahitan.

’’Karena itu menjadi salah satu dari uri-uri budaya, khususnya di bidang arsitektur yang harus dilestarikan,’’ imbuhnya.

Pembangunan sejumlah infrastruktur di sektor pariwisata, pendapa, hingga pasar tradisional juga memasukkan unsur Majapahit. Termasuk memoles Alun-Alun Kota Mojokerto.

Ikon Kota Mojokerto memadukan filosofi dari warisan budaya kerajaaan yang mencapai kejayaan di masa kepemimpinan Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada itu.

Wilayah Kota Mojokerto hanya seluas 20,21 kilometer persegi. Tapi, letak geografis yang dekat dengan Surabaya, 25–30 menit lewat tol, membuatnya berdenyut kencang.

Secara kultural, Mojokerto, kota maupun kabupaten, juga masuk subgenre arek, sama dengan Surabaya. Wilayahnya dialiri Brantas, sungai yang dulu memegang peran penting di era Kerajaan Majapahit yang ibu kotanya diyakini banyak pihak berada di kawasan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

 

Berita Terkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

No Content Available