Ada Gerhana Matahari Hari Ini, Berikut Niat dan Tata Cara Shalat Gerhana Matahari

 

 

 

Foto: Ilustrasi

Tagarterkini.com, Tagar Gaya hidup – Gerhana matahari hibrida yang diprediksi berlangsung hari ini, Kamis (20/4) ini merupakan fenomena langka sebagai bukti kebesaran Allah SWT.

Muslim yang mengetahui fenomena ini, dianjurkan melaksanakan sholat gerhana matahari. Berikut bacaan niat dan tata cara sholat gerhana matahari untuk panduan.

Pada momen gerhana matahari hibrida, akan terjadi dua fenomena gerhana matahari sekaligus, yaitu gerhana akan dimulai sebagai Gerhana Matahari Cincin (GMC), lalu Gerhana Matahari Total (GMT), dan diakhiri dengan Gerhana Matahari Cincin (GMC).

Hukum melaksanakan shalat gerhana menurut ijmak para ulama adalah sunnah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan.

Anjuran melaksanakan sholat sunnah gerhana matahari tercantum hadis riwayat Bukhari, sebagai berikut.

“Matahari dan bulan merupakan setengah dari beberapa tanda kekuasaan Allah, bukan karena matinya seseorang atau bukan pula karena hidupnya, maka ketika kalian melihat gerhana, berdoalah dan sholatlah sampai gerhana tersebut hilang (terang).”

Niat Sholat Gerhana Matahari

Dilansir dari laman NU Online, berikut bacaan niat sholat gerhana matahari dua rakaat yang bisa dilafalkan.

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan likusufisy syamsi rak’ataini lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat sholat sunnah gerhana matahari dua rakaat karena Allah taala.”

Sama seperti sholat sunnah lainnya, sebelum menunaikan sholat sunnah gerhana matahari disarankan bersuci terlebih dahulu, serta tidak memakai perhiasan saat melaksanakan sholat.

Berikut bacaan niat dan tata cara sholat gerhana matahari dua rakaat, lengkap dari awal sampai akhir.

1. Menghadap kiblat dan membaca niat, Ushalli sunnatan likusufisy syamsi rak’ataini lillahi ta’ala.

2. Takbiratul ihram

3. Membaca doa iftitah, lanjut baca Al Fatihah dan surah pendek.

Rukuk sambil memanjangkan bacaannya

4. Bangkit dari rukuk dan mengucap, Sami’allahu liman hamidah, rabbana wa lakal hamd.

5. Setelah iktidal (bangkit dari rukuk) tidak langsung sujud, melainkan lanjut membaca Al Fatihah dan surah Al Imran.

6. Rukuk kembali atau rukuk kedua, yang panjangnya lebih pendek dari rukuk sebelumnya.

7. Bangkit dari rukuk atau iktidal

8. Melakukan sujud. Duduk di antara dua sujud lalu sujud kedua

9. Bangkit dari sujud dan melaksanakan rakaat kedua sebagaimana rakaat pertama. Pada rakaat kedua dianjurkan membaca surah An-Nisa dan Al-Maidah. Terakhir salam.

 

Berita Terkait

Menarik Lainnya

No Content Available

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

No Content Available