Sosialisasi Empat Pilar, Mindo Ingatkan Pentingnya Empat Pilar Sebagai Pedoman di Masyarakat

 

 

 

Foto: Mindo Sianipar saat menghadiri Sosialisasi empat pilar di Gedeg Mojokerto.

Tagarterkini.com, Mojokerto – Sebagai bangsa yang besar dengan berbagai macam suku, adat, budaya dan agama, masyarakat Indonesia harus berpegang teguh pada empat pilar yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Empat pilar itu sebagai pondasi dalam bermasyarakat, hal itu dikatakan oleh anggota Komisi IV DPR RI, Mindo Sianipar dalam sosialisasikan pentingnya empat pilar kebangsaan sebagai pondasi bangsa di Balai Desa Ngabar, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Rabu (19/04/2023).

“Empat pilar ini bertujuan untuk memperkokoh persatuan, kesatuan berbangsa dan bernegara serta saling mengingatkan betapa pentingnya empat pilar kebangsaan yang mencakup Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” katanya dihadapan 150 peserta yang hadir.

“Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah kerangka dasar dalam kehidupan bernegara. Sehingga, pemahaman akan hal ini perlu ditanamkan kepada seluruh elemen masyarakat terutama pelajar sebagai generasi muda, mengingat kehidupan sosial saat ini sudah sangat berbeda dibandingkan era sebelumnya,” tambahnya.

Lebih lanjut tokoh senior PDI Perjuangan mengatakan, bahwa sosialisasi empat pilar kebangsaan ini sangat penting terutama dalam memahami proses sejarah lahirnya Pancasila.

“Ini adalah bukti mereka masih kurang informasi, padahal memahami isi dan sejarah Pancasila adalah syarat dalam mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Pancasila adalah ideologi dan dasar Negara. UUD 1945 adalah Konstitusi Negara. NKRI sebagai bentuk Negara dan Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan Negara.

“Keempatnya merupakan tiang penyangga yang menjaga dan menjadi panutan dalam keutuhan bangsa Indonesia yang kita cintai bersama,” ujarnya.

Pancasila mampu merefleksikan nilai luhur bangsa Indonesia. Seperti religiositas, kemanusiaan, nasionalisme, gotong royong, dan keadilan.

“Presiden pertama RI, Bung Karno menggali nilai luhur bangsa sehingga lahirlah Pancasila lewat perenungan yang mendalam. Dan Pancasila terbukti lintas zaman lintas generasi dalam menjawab segala tantangan hingga saat ini,” urainya.

Melalui sosialisasi empat pilar ini, menurutnya, pemahaman publik terhadap nilai-nilai kebangsaan bisa semakin meningkat. Sebab, jika memahami betul nilai-nilai luhur bangsa maka akan meminimalisir gejolak atau konflik yang terjadi dan akan bijak dalam menyikapi berbagai hal.

“Bisa semakin toleran, menghargai perbedaan, gotong royong, dan menghargai antara sesama, sekaligus melawan penyebaran radikalisme di masyarakat,” tegasnya.

Rasa persatuan dan kesatuan itu terbangun kokoh, kelompok-kelompok tertentu tidak akan berani mengganggu masyarakat terutama generasi muda.

Sementara itu, ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto, Santoso Bekti Wibowo mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah terprovokasi terhadap informasi-informasi di media sosial yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Sebab informasi yang belum pasti kebenarannya dapat memecah belah bangsa teruma di kalangan anak muda yang merupakan pengguna media sosial tertinggi. Olehnya itu, sosialisasi 4 pilar kebangsaan ini sebagai bahan perekat untuk mereka agar tetap bersatu,” tutupnya.

Berita Terkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

No Content Available