Melalui Pijat Akupressure, Puskesmas gedongan bantu ibu menyusui melancarkan ASI

 

 

Foto: Petugas Kesehatan melakukan Pijat Akupressure untuk bantu ibu menyusui melancarkan ASI

Tagarterkini.com, Mojokerto — Puskesmas Gedongan meluncurkan inovasi Berkate Pak Miang (Bersama Kader Asman Toga dan Akupresur Peduli ASI Eksklusif Demi Cegah Stunting). Program ini dihadirkan sebagai upaya puskesmas Gedongan untuk membantu ibu meningkatkan pemberian ASI (Air Susu Ibu) eksklusif untuk bayi.

Pemberian ASI eksklusif pada bayi sangat penting karena dalam 6 bulan usia awal bayi tidak dianjurkan diberi makanan dan minuman selain ASI sehingga ASI adalah sumber nutrisi utama bayi.

Dalam rangka mengatasi masalah stunting, Puskesmas Gedongan berkomitmen untuk mengurangi jumlah stunting karena tahun 2020 di wilayah kerja puskesmas masih terdapat kejadian stunting sebanyak 69 anak. Sedangkan untuk pencapaian bayi mendapatkan ASI eksklusif masih mencapai 72%.

“ASI eksklusif yang diberikan pada bayi selama 6 bulan awal dapat mencegah stunting karena ASI memiliki faktor protektif dan nutrien yang dapat menjamin status gizi bayi,” ujar Bidan Daniyar saat ditemui di Puskesmas Gedongan Kamis (3/3/2023).

Dalam pelaksanaan berkate pak miang, Puskesmas Gedongan dibantu kader asman toga dan akupresur. Ibu menyusui akan mendapat pelayanan akupresur, yaitu metode perangsangan pada titik akupuntur sehingga dapat meningkatkan oksitosin yang diperlukan tubuh untuk merangsang pengeluaran ASI. Selain itu para ibu juga bisa mendapat konsultasi perihal proses pemberian ASI eksklusif.

Pelayanan bisa diperoleh masyarakat dengan berkunjung langsung ke puskesmas atau posyandu di wilayah Puskesmas Gedongan. Selain itu, petugas puskesmas bersama kader asman toga juga dapat melakukan home visit ke rumah warga yang membutuhkan pelayanan tersebut.
Setelah kegiatan ini dilaksanakan, terlihat adanya dampak positif di masyarakat. Hal itu dilihat dari penurunan jumlah stunting serta terjadi peningkatan cakupan pemberian ASI eksklusif hingga 92,3%.

“Semoga kemanfaatan program ini dapat semakin dirasakan oleh keluarga di wilayah kota Mojokerto sehingga stunting dapat dicegah,” harap Bidan Daniyar.

 

Berita Terkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

No Content Available