Kekompakan Warga Desa Gempol Menjaga Kondusifitas Dengan PT. JAI Mendapat Apresiasi Berbagai Pihak

 

Foto: Warga dari berbagai dusun dari Desa Gempol melakukan pertemuan menolak Oknum Desa untuk Kepentingan Pribadi mengusik PT. JAI. (warga for tagarterkini.com)

Tagarterkini.com, Pasuruan — Kegeraman dan kekesalan warga akan ulah segelintir orang pimpinan desa yang mengatasnamakan warga Desa Gempol yang mengusik PT. JAI (Jatim Autocomp Indonesia) yang berlokasi di jalan Wonoayu No.26, Wonoayu, Gempol, Kec. Gempol, Pasuruan dengan paksa dan arogan menutup saluran air akhirnya memuncak.

Warga dari berbagai dusun yang merasakan manfaat adanya PT. JAI dengan sadar dan sukarela membongkar saluran air yang ditutup paksa oleh oknum pimpinan desa Gempol. Kesepakatan warga ini wujud keberanian dengan tak mengikuti tindakan oknum desa yang mengatasnamakan warga mengusik perusahaan.

Salah satu warga dari Dusun Wonoayu mengatakan bahwa dengan adanya penutupan saluran air di PT. JAI oleh oknum yang mengatasnamakan warga desa Gempol akan berakibat fatal pada perusahaan. Untuk itu, warga sepakat saluran air yang ditutup harus dibongkar pada Minggu (12/2/2023).

“Sudah ada pertemuan sepakat bahwa dari perwakilan masyarakat yang hadir di kantor Desa Gempol menginginkan agar saluran air yang ditutup oleh oknum warga Dusun Kisik agar dibuka kembali,” katanya, Minggu (12/2/2023).

 

Foto: Saluran air yang ditutup paksa oleh segelintir warga. Warga sepakat harus dibuka

Lebih lanjut ia mengatakan jika PT. JAI terus diusik maka warga khawatir perusahaan akan pindah lokasi.

“Bisa saja dimungkinkan akan pindahnya PT. JAI di Gempol apabila sering di rusuhi oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan warga desa Gempol. Padahal warga sudah merasa adem ayem,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh salah satu warga Gempol Citra Asri yang menekankan dan warga dari berbagai dusun sepakat jika saluran air yang di tutup paksa maka harus segera dibuka.

“Semua warga Gempol menyepakati bersama agar kita ciptakan PT. JAI yang aman dan kondusif,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa selama ini PT. JAI sudah memberikan avalan barang non B3 kepada masyarakat Desa Gempol.

“Setiap Dusun sudah merasakan secara bergantian dengan cara gratis dari PT. JAI. Jangan kita usik di PT. JAI mari kita berdayakan yang ada,” tegasnya.

Sebelumnya, akibat saluran air yang ditutup oleh oknum yang mengatasnamakan warga Desa Gempol itu, kondisi dalam pabrik banjir. Tak hanya di dalam pabrik, pemukiman di sekitar perusahaan juga terdampak tergenang air.

Jika tak segera dibuka, intensitas hujan yang deras akan mengakibatkan banjir yang merugikan masyarakat sekitar dan perusahaan. Ketika ditemui sejumlah warga mendesak agar saluran segera dibuka.

Salah satu warga mengaku jengkel dengan ulah segelintir oknum yang mengusik PT. JAI dengan menutup paksa saluran air. Oknum dengan arogansinya itu tidak memikirkan dampak yang akan ditimbulkan.

“Kalau ditutup otomatis air tersumbat dan mengenang di dalam pabrik dan warga di sekitar pabrik juga ikut terdampak,” katanya, Sabtu (11/2/2023).

Menurutnya jika dibiarkan terus penutupan saluran akan berdampak lebih parah ke warga sekitar. Kini, katanya ketika hujan deras air mengenang, sehingga menggangu aktivitas.

 

Berita Terkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

No Content Available