Warga Gempol Resah, Wacana PT JAI Berpindah Lokasi Akibat Ulah Sekelompok Orang Yang Mengatasnamakan Warga Desa Gempol

PT. JAI (Jatim Autocomp Indonesia) yang berlokasi di jalan Wonoayu No.26, Wonoayu, Gempol, Kec. Gempol, Pasuruan
PT. JAI (Jatim Autocomp Indonesia) yang berlokasi di jalan Wonoayu No.26, Wonoayu, Gempol, Kec. Gempol, Pasuruan

Tagarterkini.com, Pasuruan — Warga Desa Gempol mengaku resah dan kecewa adanya wacana PT. JAI (Jatim Autocomp Indonesia) yang berlokasi di jalan Wonoayu No.26, Wonoayu, Gempol, Kec. Gempol, Pasuruan akan pindah lokasi.

Wacana beredar di masyarakat jika PT. JAI akan pindah lokasi lantaran terganggunya aktivitas kegiatan industri akibat tuntutan dari oknum yang mengatasnamakan warga desa. Padahal, selama ini warga desa merasa adem ayem, bahkan terbantu secara ekonomi akan PT. JAI.

Sehingga jika PT. JAI akan pindah, warga mengaku akan rugi dan secara ekonomi akan terganggu akibat ulah segelintir orang.

Ketika ditemui sejumlah warga kompak menolak ulah oknum yang mengusik keberadaan PT. JAI. Menurutnya, ulah oknum segelintir orang dengan menutup dan melakukan vandalisme ke dinding pabrik bukan mewakili keinginan warga Desa Gempol.

“Tuntutan itu tidak mewakili dari mayoritas warga Desa Gempol. Warga merasa adem ayem sebelum adanya tuntutan dari oknum yang hanya selintir itu,” katanya ketika ditemui, Kamis (9/2/2023).

Foto: Vandalisme yang dilakukan ke tembok PT. JAI membuat membuat warga resah PT. JAI akan pindah lokasiFoto: Vandalisme yang dilakukan ke tembok PT. JAI membuat membuat warga resah PT. JAI akan pindah lokasi
Foto: Vandalisme yang dilakukan ke tembok PT. JAI membuat membuat warga resah PT. JAI akan pindah lokasi

Lebih lanjut pria paruh baya ini mengaku jika saat ini kondisi warga saat ini resah, lantaran beredar kabar adanya wacana PT JAI pindah lokasi akibat terganggu dari oknum yang mengatasnamakan warga.

“Warga selama ini telah mendapatkan banyak manfaat dari keberadaan PT. JAI baik langsung maupun tidak langsung. Seperti keberadaan perusahaan bisa menghidupkan perekonomian warga, penyerapan tenaga kerja dari warga setempat,” tuturnya.

Ia memberi contoh sejak adanya PT. JAI warga bisa membuka usaha warung di sekitar areal perusahaan, warga menyediakan kamar kos, warga buka jasa laundry.

“Kalau PT. JAI pindah jelas akan berimbas pada usaha warga yang sudah menjadi pemasukan. Warga banyak membuka usaha seperti kelola lahan parkir, limbah non B3 yang selama ini diberikan untuk warga,” katanya.

“Kalau semua usaha itu tutup karena ulah segelintir oknum lantas siapa yang bertanggungjawab,” tegasnya.

Hal senada dikatakan warga lainnya, ia mengaku resah mendengar PT. JAI akan pindah akibat ulah oknum. Padahal, ulah mereka tidak mewakili warga.

“Perusahaan sudah banyak berpartisipasi dalam kegiatan sosial untuk warga. Seperti pada hari-hari besar nasional dan keagamaan misalnya santunan anak yatim, hewan qurban,” tegasnya.

Dengan tegas ia mengatakan jika menolak tindakan oknum yang mengusik PT. JAI terutama melakukan hal-hal yang merugikan perusahaan.

“Apabila sering terjadi protes dari beberapa orang atau kelompok yang membawa nama warga desa Gempol kita khawatir PT. JAI akan pindah. Jelas yang rugi warga sendiri yang benar-benar merasakan manfaat positif perusahaan,” tukasnya.

Ia menegaskan jangan sampai kepentingan pribadi oknum yang mengatasnamakan warga desa merusak semuanya.

“Warga desa sudah adem ayem jangan merusak dengan kepentingan pribadi nanti malah merugikan semua warga. Kalau adanya wacana akan pindah ya warga resah,” katanya.

Berita Terkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

No Content Available