Tim Pemprov Jatim Sidak Harga dan Ketersediaan Beras Di Pasar Tanjung Anyar

 

 

Tagarterkini.com, Mojokerto – Harga dan ketersediaan beras di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto menjadi atensi Analis Kebijakan Ahli Utama Spesialisasai Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim dengan melakukan sidak.

Didampingi Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto, dua dinas ini mengecek harga dan ketersediaan beras di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto.

Tim yang terdiri dari lima orang ini yakni Dr. I.G Ng Indra Setiabudi Ranuh, S.H, C.N, M.Si, Dr. Mas Purnomo Hadi, M.M, Sinarto, S.Kar, M.M, Dr. Ir Drajat Irawan, S.E, M.T, Dr. Ir Hadi Sulistyo, M.Si, CIHCM.

Saat sidak tim dipimpin oleh Drajat Irawan Analis Kebijakan Ahli Utama Spesialisasai Perindustrian dan Perdagangan didampingi Kepala Dinas Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya dan Kepala UPT Pasar Tanjung Anyar Sutikno.

Sidak ini diawali dengan mendatangi agen beras dan kios yang ada di dalam pasar. Tim juga memantau kegiatan operasi pasar murah yang digelar Diskopukmperindag didepan pintu masuk pasar Tanjung Anyar.

Drajat Irawan, Analis Kebijakan Ahli Utama Spesialisasai Perindustrian dan Perdagangan mengatakan kegiatan sidak harga dan ketersediaan beras ini dilakukan untuk memantau secara langsung fluktuasi harga beras, khususnya yang ada di Kota Mojokerto.

“Kita sudah mendatangi toko dan agen beras yang ada di Pasar Tanjung Anyar. Ternyata memang ada kenaikan, tadi ada yang jual Rp. 11 ribu per kilogramnya, padahal Harga Eceran Tertingginya Rp. 9450 per kilogramnya,” jelasnya, Kamis (2/2/2023).

Ia juga mengatakan, kenaikan harga beras ini banyak disebabkan oleh faktor cuaca musim penghujan dan belum masuk masa panen raya, sehingga pasokan beras tidak maksimal karena hasil panen petani rusak.

“Minggu kedua dan ketiga bulan Pebruari ini akan ada panen raya, semoga bisa menekan kenaikan harga beras dipasaran, dan bisa menstabilkan kembali harga di pasaran,” harapnya.

Mantan Kepala Disperindag Provinsi Jatim ini juga mengapresiasi kegiatan operasi pasar murah yang digelar oleh Diskopukmperindag. Pasalnya, kegiatan tersebut bisa membantu masyarakat untuk mendapatkan beras kelas medium maupun premiun dengan mudah dan murah.

“Operasi pasar ini bisa membantu masyarakat sekaligus bagian dari upaya menekan inflasi daerah,” pungkasnya.

Setelah itu, tim bergeser ke Koperasi Anisah yang terletak di Jalan Pekayon, Kecamatan Kranggan dan kemudian menggelar pertemuan dengan Gapoktan Kota Mojokerto di Aula Kantor Diskopukmperindag.

Sementara itu, Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya mengatakan untuk saat ini stok beras di Kota Mojokerto masih aman meskipun terjadi kenaikan harga di pasaran. Untuk itu, pihaknya gencar melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga makanan pokok tersebut.

“Kita masifkan operasi pasar murah, seminggu tiga kali. Selain menjual beras, kita juga menjual gula, telur, minyak goreng, bawang merah, bawang putih dan ayam potong,” ujarnya.

Masih kata Ani, Pemerintah Kota Mojokerto juga akan mendorong koperasi – koperasi di Kota Mojokerto untuk menjadi RPK (Rumah Pangan Kita) bekerja sama dengan BULOG dalam menyalurkan kebutuhan sembako, sehingga ketersediaan dan kestabilan harga aman.

Berita Terkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

No Content Available