Tersangka ke Empat Korupsi CSR BNI Ditahan Kejari Kota Mojokerto

 

 

 

 

Foto: Tersangka Miza pemasok bahan material

Tagarterkini.com, Mojokerto – Kejari Kota Mojokerto kembali menetapkan tersangka kasus korupsi CSR BNI. Kali ini setelah ditetapkan tersangka, kejari langsung melakukan penahanan. Tersangka keempat itu yakni Miza Fahlevy Ismail (28) pria asal Desa Sumberagung, Jatirejo, Mojokerto. Menurut info yang beredar, Miza merupakan keponakan Walikota Mojokerto Ika Puspitasari.

Kasipidsus Kejari Kota Mojokerto Tarni Purnomo mengatakan, pihaknya kembali menambah tersangka dalam kasus dana CSR Bank BNI Kota Mojokerto. Uang sekitar Rp 600 juta tersebut dipergunakan untuk revitalisasi jembatan Gajah Mada pada tahun 2021.

“Kemarin kita sudah menetapkan 3 tersangka, sekarang ditambah berinisial MZ (Miza),” ucap Tarni kepada wartawan, Jumat (27/1/2023).

Dalam kasus ini, lanjut Tarni memaparkan, Miza berperan sebagai pemasok material proyek revitalisasi jembatan Gajah Mada. Namun, material yang diberikan tersangka tidak sesuai dengan RAB sehingga memunculkan kerugian negara sebesar Rp 252 juta.

“Si MZ ini bekerja sama dengan Vendor dan pelaksana lapangan, selain itu semua pencairan itu melalui dia,” sebut Tarni.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 2 ayat 1 juncto pasal 3 UU no 31 tahun 1999 sebagaimana dirubah UU no 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dirinya ditahan di Lapas IIB Mojokerto selama 20 hari kedepan.

“Masa penahanan mulai 27 Januari hingga 15 Februari 2023,” pungkasnya.

Dugaan korupsi CSR Kota Mojokerto ini mulai didalami Kejari Kota Mojokerto sejak awal bulan Juli 2022. Lembaga adiyaksa itu mencium adanya tumpang tindih anggaran CSR dengan pelaksanaan anggaran dalam APBD mulai tahun 2018 hingga 2021.

Akhirnya, kejaksaan melakukan penyelidikan sejak 27 Juli 2022 dengan landasan Surat Perintah Penyelidikan Nomor: Print-06/M.5.47/FD.1/07/2022.

Setelah 4 bulan melakukan penyelidikan, kejaksaan berhasil menemukan sejumlah barang bukti adanya penyelewengan pemakaian anggaran CSR itu. Dari penghitungan sementara, mereka juga menemukan adanya kerugian.

Selanjutnya, pada 14 November 2022 Kejari Kota Mojokerto menaikkan kasus ini ke tahap penyidikan dengan landasan surat perintah nomor : Print-03/M.5.47/FD.1/11/2022.

Berita Terkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

No Content Available