Walikota Mojokerto Komitmen Warganya akan Punya Keahlian dan Kompetensi untuk Bantu Perekonomian Keluarga

 

 

 

 

Foto: Walikota saat menghadiri pelatihan

Tagarterkini.com, Mojokerto – Walikota Mojokerto Ika Puspitasari menekankan semua warga Kota Mojokerto mempunyai kompetensi dan keahlian dalam berbagai bidang. Diharapkan keahlian dan kompetensi itu dapat membuat warga mandiri sehingga mampu mendongkrak perekonomian warga.

Hal itu diungkapkan Ning Ita sapaan Walikota Ika Puspitasari saat menghadiri Pelatihan Wirausaha Kuliner yang digelar oleh Pemerintah Kota Mojokerto di halaman Kantor Dinas Koperasi, Usaha Kecil & Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag), Jalan Raya Meri, Selasa (20/12).

“Pemerintah berharap warga Kota Mojokerto mempunyai kompetensi, sehingga dari keahlian dan kompetensi bisa mengdongkrak ekonomi keluarga. Kita akan berkerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK),” katanya dihadapan 180 Bunda-bunda Tangguh yang mengikuti pelatihan.

Ning Ita mengatakan bunda tangguh yang menjadi peserta termasuk kelompok warga yang rentan. Sehingga pihaknya berkomitmen untuk senantiasa memberikan perhatian demi menjamin kesejahteraan mereka.

“Mereka ini wajib kita fasilitasi untuk menjadi perempuan-perempuan tangguh yang bisa mandiri secara ekonomi,” tegasnya.

Mengingat, lanjut Ning Ita, dengan memiliki kompetensi dan keterampilan, diharapkan bisa menjadi bekal untuk meningkatkan pemasukan, yang kemudian berdampak pada peningkatan ekonomi dan tercukupinya kebutuhan sehari.

Tidak lupa, para Bunda Tangguh tersebut juga tidak lepas dari tanggung jawab membesarkan buah hati. Sehingga, dengan adanya kemandirian ekonomi, diharapkan pula dapat menghantarkan generasi penerus bangsa yang unggul, dengan masa depan cerah.

Sebagai informasi, pada pelatihan yang digagas oleh Diskopukmperindag dan Baznas Kota Mojokerto ini, para peserta belajar membuat sejumlah sajian, mulai dari makanan berat hingga snack, dibawah bimbingan chef ahli asal Surabaya, Andi Waksito.

Pasca pelatihan hari ini, para Bunda Tangguh diharapkan berani untuk memulai usaha. Pihak Baznas sendiri sudah menyiapkan sejumlah anggaran untuk pinjaman modal dengan bunga nol persen bagi para peserta.

Sementara itu, Ani Wijaya, Kepala Diskopukmperindag berkomitmen untuk memberikan pelatihan lanjutan terkait sejumlah skill dan pengetahuan yang diperlukan dalam berwirausaha.

“Kita akan ajari juga cara menghitung HPP dan strategi pemasaran produk baik daring ataupun luring,” ujarnya.

Masih kata Ani, tahun depan akan ada pengembangan pelatihan buat para Bunda Tangguh ini. Mereka akan dilatih menjadi pengusaha catering.

“Kami butuh komitmen dan ketekunan karena pelatihan yang kami gagas tidak hanya sekedar pelatihan. Kita akan ajari ilmunya secara totalitas dan lakukan pendampingan sehingga butuh waktu agak panjang,” pungkasnya.

Berita Terkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

No Content Available