Gelar Rakor Jelang Nataru 2023, Dishub Kota Mojokerto Antisipasi Ganguan Lalin

 

 

Foto: Koordinasi antar pihak terkait terus dilakukan Dishub Kota Mojokerto jelang Nataru 2023.

Tagarterkini.com, Mojokerto – Antisipasi permasalahan lalu lintas yang akan terjadi jelang Natal dan Tahun Baru 2023 di wilayah Kota Mojokerto, Dinas Perhubungan (Dishub) telah melakukan rapat koordinasi (Rakor) dengan pihak terkait.

Rakor diharapkan untuk mengantisipasi dan pemetaan permasalahan sehingga dapat diantisipasi.

Kepala Dishub Kota Mojokerto Endri Agus Subianto, dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kesiapan Pengamanan Natal Tahun 2022 dan Tahun Baru 2023 Se-Jatim mengatakan bahwa masing-masing Kabupaten/Kota di Jawa Timur diharapkan membuat langkah-langkah strategis untuk mengatasi adanya gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas pada Nataru 2022/2023 dan melakukan publikasi baik melalui media cetak, elektronik maupun medsos.

“Dishub Kota Mojokerto perlu berkoordinasi lebih intens dengan stakeholder terkait Rencana Operasi (Ren ops) Lilin Semeru Natal Tahun 2022 dan Tahun Baru 2023 yang perlu dipersiapkan Dishub Kota Mojokerto dalam mendukung yakni menyiapkan sarana dan prasarana lalu lintas berupa Water Barrier, traffic cone, rambu-rambu potable, kendaraan pengangkut,” Kata Agus Endri Kamis (15/12/2022).

Lebih lanjut Agus Endri menjelaskan bahwa dirinya akan menempatkan personil lapangan di pos-pos pantau yang tersebar di lokasi strategis Kota Mojokerto bersama TNI dan Polri untuk antisipasi adanya gangguan keamanan lalu lintas.

“Melaksanakan pantauan kondisi lalu lintas melalui Area Traffic Control System (ATCS) di CC ROOM Dinas Perhubungan Kota Mojokerto untuk memantau apabila terjadi gangguan lalu lintas berupa kemacetan dan kecelakaan lalu lintas serta terjadinya tindak kriminal di jalan raya,” jelasnya.

Ia menambahkan pihaknya akan melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat tentang keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancarana lalu lintas melalui pemacangan banner, spanduk, baliho, pamphlet dan stiker serta melalui media cetak, elektronik dan media sosial.

“Mendirikan Pos pelayanan terpadu di tempat ibadah, objek wisata dan rest area serta lokasi rawan kemacetan maupun rawan kecelakaan,” tuturnya.

Melaksanakan penegakkan hukum secara elektronik/teguran terhadap tindakan pelanggaran/kecelakaan lalu lintas;
Melaksanakan counter opini terhadap berita-berita hoaks di Medsos, online maupun mainstream terkait Operasi Lilin Semeru 2022;

“Langkahnya, melaksanakan contra flow (situasional), Penerapan ganjil/genap (situasional), Menghentikan & mengeluarkan truck sumbu 3 keatas pada saat kepadatan arus lalu lintas memuncak,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dishub Kota Mojokerto Robik Subagiyo menambahkan berdasarkan hasil survey potensi pergerakan Nataru 2022/2023, proporsi penggunaan angkutan umum selama Angkutan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, moda yang dipilih masyarakat yang terbesar adalah angkutan jalan yaitu 21,1%. Oleh karenanya diperlukan kewaspadaan terkait adanya potensi gangguan lalu lintas jalan pada masa Nataru 2022/2023 tersebut.

“Persiapan Nataru 2022/2023 perlu dilakukan lebih dini mengingat tahun ini diprediksi akan terjadi lonjakan pergerakan dibanding periode yang sama pada tahun lalu 2021/2022 mengingat tidak akan ada larangan berperjalanan selama nataru 2022/2023,” katanya.

Persiapan yang dilakukan tambahnya lebih kepada menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas dan angkutan pada periode Nataru dan bukan nya pengendalian.

Potensi tinggi terjadi lonjakan kunjungan wisatawan saat liburan akhir tahun 2022/2023. Di sisi lain, saat itu diperkirakan adalah puncak musim hujan. Di mana, dimungkinkan terjadi beberepa insiden di jalan akibat bencana alam, seperti banjir, tanah longsor hingga pohon tumbang.

Perlu perhatian khusus karena pelaksanaan Nataru 2022/2023 bersamaan dengan libur sekolah yaitu pada tanggal 17 Desember 2022 – 1 Januari 2023, pembagian libur sekolah bisa menjadi opsi untuk dapat memecah pergerakan secara bersamaan.

Untuk antisipasi adanya gangguan lalu lintas pada masa Angkutan Natal Tahun 2022 dan Tahun Baru 2023, akan diberlakukan pengaturan lalu lintas dengan pembatasan operasional angkutan. Untuk tahap I : pada masa arus mudik (22 s.d. 24 Desember 2022) dan masa arus balik (25 s.d. 26 Desember 2022). Untuk tahap II : pada masa arus mudik (29 s.d. 31 Desember 2022) dan masa arus balik (1 s.d. 2 Januari 2023).

“Kami melaksanakan deteksi dan pemetaan terhadap lokasi dan tempat yang rawan terhadap kemacetan, pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas,” tutupnya.

Berita Terkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

No Content Available