Apa Itu Stunting? Orang Tua Wajib Tahu Agar Anak Tumbuh Sehat dan Cerdas

 

 

 

 

Foto: Ilustrasi

Tagarterkini.com, Tagar Tips – Banyak calon ibu dan ayah yang belum tau apa itu stunting dan bagaimana tanda-tandanya. Untuk itu mari kita simak ulasan berikut ini.

Stunting merupakan gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis. Sehingga anak tampak lebih pendek untuk usianya. Pada dasarnya, hal ini bisa terjadi bahkan sejak anak masih berada dalam kandungan. Bisa juga dalam masa awal bayi lahir atau dalam usia 1000 hari.

Namun, tanda-tanda stunting biasanya baru terlihat jelas saat anak memasuki usia dua tahun. Mereka yang alami stunting cenderung alami dampak jangka pendek, seperti, seperti perkembangan kognitif, motorik, hingga verbal yang tidak optimal. Selain itu, daya tahan tubuh anak cenderung menurun dan kecerdasan intelektualnya bisa jadi jadi lebih rendah.

Adapun dampak stunting dalam jangka panjang, yakni postur tubuh cenderung lebih pendek, produktivitas atau kapasitas kerja tidak optimal, dan meningkatnya risiko penyakit degeneratif, seperti obesitas dan lain sebagainya. Selain itu juga dapat menurunkannya kesehatan reproduksi.

Jika anak alami stunting di atas usia dua tahun, biasanya akan sulit mencapai tumbuh kembang yang optimal. Tak ayal jika para orang tua harus memperhatikan gizi anak-anak mereka. Tak lupa juga lakukan langkah pencegahan untuk menghindari kondisi ini. Pencegahan ini bisa dilakukan bahkan sebelum hamil anak anak belum lahir.

Hal ini tidak lepas dari awal pertumbuhan janin yang memerlukan cadangan nutrisi dari ibu. Terlebih kandungan zat besi dan asam folat. Di mana kedua nutrisi ini berguna untuk memproduksi sel darah merah dan perkembangan otak sekaligus saraf pada janin. Tak ayal, para ibu yang alami anemia bahkan sebelum hamil, dapat berisiko tinggi alami stunting di kemudian hari.

Secara medis, biasanya para ibu disarankan untuk menjaga berat badan BMI agar tetap normal. Selain itu, penting untuk periksakan diri agar tidak alami anemia, terlebih setelah alami menstruasi. Jika perlu para ibu konsumsi tablet penambah darah yang tinggi kandungan zat besi dan asam folatnya.

Mencegah terjadinya stunting pada anak tidak hanya perlu diperhatikan oleh para ibu. Para calon ayah juga ikut berperan dalam pencegahan tersebut. Adapun yang bisa dilakukan ialah dengan menjadi suami siaga yang siap antar sekaligus jaga. Tak hanya memberi asupan baik untuk istri, tetapi juga siap mengantarkannya dalam melakukan pemeriksaan kehamilan.

Bahkan para suami juga perlu belajar mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan. Ketika bahaya itu nantinya muncul, suami pun bisa langsung memberikan pertolongan pertama atau minimal segera bertindak mengantarkan sang istri ke klinik atau rumah sakit terdekat.

Berita Terkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

No Content Available