Waspada! Inilah 4 Tipe Pembohong yang Wajib Kamu Ketahui

 

 

 

Foto: Ilustrasi

Tagarterkini.com, Tagar Tips – Bagi sebagian orang berbohong adalah sesuatu hal yang lumrah jika dilakukan dalam situasi terdesak atau berbohong demi kebaikan.

Namun yang perlu kamu ketahui, banyak faktor yang membuat seseorang memilih untuk berbohong. Entah karena merasa terdesak, untuk menutupi kebohongan sebelumnya, atau bahkan karena memang sudah menjadi kebiasaannya saja.

Adapun beberapa tipe pembohong yang perlu diketahui, di antaranya;

1. Pembohong pemula (Occasional Liar)

Tipe pembohong yang satu ini akan berbohong ketika dirinya sedang merasa terdesak saja. Sebisa mungkin hatinya berusaha untuk berkata jujur. Namun, karena merasa tidak memungkinkan ia pun memilih untuk berbohong. Sehingga, dirinya pun kerap merasa bersalah usai melakukannya.

Meski terkadang kebohongan tersebut telah disusun sedemikian rupa, tetapi pembohong pemula tampak memunculkan banyak tanda kebohongan. Entah dari ekspresi wajah yang tidak meyakinkan, perkataan yang berubah-ubah, atau bahasa tubuh yang gelisah.

2. Pembohong berkali-kali (Careless Liar)

Pembohong jenis ini biasanya tidak pernah berencana untuk berbohong. Ia kerap melakukannya secara tidak sadar dan tak berpikir panjang. Biasanya mereka juga sering melebih-lebihkan atau bahkan mengurangi informasi tertentu. Bahkan tak jarang juga mereka tidak konsisten dengan perkataannya. Sehingga kerap terjadi ketidaksesuaian antara perkataan dengan tindakannya.

3. Pembohong profesional (Trickster Liar)

Pembohong profesional biasanya akan melakukan kebohongan secara terencana, sehingga sesuatu yang detail pun akan sangat ia perhatikan. Bahkan, hingga risiko yang mungkin terjadi setelahnya. Tak ayal jika orang dengan tipe ini bagai seorang aktor yang sangat handal. Orang lain bahkan hampir tidak bisa mengetahui apa ia berbohong atau tidak. Karena tampak begitu meyakinkan.

Orang dengan tipe ini biasanya memiliki maksud dan tujuan tertentu. Jadi tidak sekadar untuk melindungi diri atau harga dirinya saja. Jadi, bisa dikatakan ia cenderung mengambil keuntungan dari kebohongannya tersebut.

4. Pembohong disosiasi

Pembohong disosiasi memiliki obsesi yang besar terhadap sesuatu yang ia percayai. Mereka cenderung mempercayai apa yang sebenarnya tidak ada, serta tak jarang mengabaikan kenyataan yang sebenarnya. Hal ini bisa juga masuk ke tahap delusional. Di mana ia tidak dapat membedakan mana kenyataan dan kebohongan yang ia buat sendiri.

Berita Terkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

No Content Available