Overthinking: Kenali Ciri-ciri dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

 

Foto: Ilustrasi

Tagarterkini.com, Tagar Tips — Terjebak pada penyesalan dari masa lalu dan terlalu terpaku pada skenario “bagaimana kalau…” mungkin sering Anda alami. Pikiran seperti ini kelihatannya biasa, tapi bila terlalu sering bisa menjadi tanda overthinking. Bila sudah demikian, Anda perlu waspada karena overthinking bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit mental. Yuk, ketahui apa itu overthinking lewat ulasan berikut ini.

Terlalu memikirkan dan mengkhawatirkan hal-hal yang belum tentu terjadi itu tidak baik. Orang-orang menyebutnya dengan overthinking. Itu bukanlah penyakit mental, tetapi sedang dalam kondisi Depresi dan cemas.

Hal itu tentu tidak dirasakan oleh Anda sendiri. Menurut sebuah penelitian, sebanyak 73 persen orang berusia 25 hingga 35 tahun dan 52 persen orang berusia 45 hingga 55 tahun mengalami overthinking.

Ciri-Ciri Mengalami Overthinking

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, overthinking merupakan kondisi yang bisa terjadi pada siapa saja dan biasanya tidak disadari oleh penderitanya. Nah, berikut ini adalah ciri-cirinya

Menghabiskan banyak waktu memikirkan hal tidak penting

Memikirkan masalah atau kesalahan sebenarnya boleh saja, karena tak jarang hal ini bisa membantumu untuk mencari cara memecahkan masalah dan menjadi lebih baik.

Namun, pikiran seseorang yang overthinking justru tidak mengarah pada pemecahan masalah, tapi cenderung fokus pada penyebab masalah dan asumsi bila hal itu tidak kamu lakukan, bahkan dampak memalukan yang belum tentu terjadi.

Mengalami kesulitan tidur

Overthinking bisa saja menyebabkan kamu sulit tidur setiap malamnya, karena memikirkan segala sesuatu dan menjadi khawatir. Padahal, kurang tidur dapat memicu berbagai masalah kesehatan, baik fisik maupun mental.

Selain ciri-ciri overthinking di atas, seseorang dengan overthinking juga biasanya sulit atau takut untuk mengambil keputusan, karena kerap kali memikirkan kesalahan atau dampak yang bisa timbul setelahnya.

Cara Mengatasi Overthinking

Setelah mengetahui apa itu overthinking, selanjutnya adalah mengetahui bagaimana cara mengatasinya. Langkah pertama dalam mengatasi overthinking tentu dengan mencari tahu apa pemicunya.

Pasalnya, beberapa orang cenderung berpikir secara berlebihan saat menghadapi masalah tertentu. Dengan mengetahui pemicunya, Anda akan jadi lebih waspada untuk mengontrol diri.

Cobalah untuk melepaskan pemikiran yang membuat Anda jadi cemas. Kuncinya, tetap mengamati dan mengevaluasi masalah, tapi pikirkan juga solusi untuk menghadapi masalah tersebut. Jadi, Anda tidak terpaku pada masalah saja.

Sebagai contoh, Anda terbiasa membayangkan skenario terburuk dari sebuah situasi. Alih-alih tenggelam dalam kecemasan, buatlah rencana mengenai apa yang akan Anda lakukan bila hal tersebut benar-benar terjadi.

Kemudian, jangan berlarut dalam penyesalan ketika Anda salah mengambil keputusan. Akan tetapi, belajar dari kesalahan tersebut agar tidak mengulanginya di kemudian hari.

Terkadang, yang Anda butuhkan ketika pikiran-pikiran itu muncul adalah distraksi (pengalihan). Jadi, saat pikiran mulai penuh, coba alihkan dengan bermeditasi, berjalan-jalan, atau melakukan kegiatan lain yang Anda senangi.

Bila Anda merasa kesulitan untuk meredam kebiasaan terlalu banyak berpikir, ceritakan kekhawatiran Anda kepada orang yang terdekat dan terpercaya. Jangan ragu untuk pergi konsultasi ke psikolog jika overthinking sudah mulai mengganggu kegiatan sehari-hari. Dari pada anda terlalu larut memikirkan sesuatu yang berlebihan lebih baik anda melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Share :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Berita Terkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terpopuler

%d blogger menyukai ini: