Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Berkedok Warkop di Nganjuk

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

 

Foto: Polisi saat rilis kasus

Tagarterkini.com, Nganjuk – Tiga muncikari diamankan polisi karena menawarkan layanan prostitusi berkedok warung kopi di Nganjuk. Sekali kencan pelanggan membayar Rp 150 ribu rupiah.

“Tarif Rp 150 ribu sekali kencan dengan PSK yang disediakan muncikari,” ujar Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP I Gusti Agung Ananta saat dikonfirmasi, Selasa (7/6/2022).

Gusti menjelaskan, dari tarif Rp 150 ribu tersebut sang muncikari mendapatkan uang jasa Rp 20 ribu. Sedangkan PSK akan dibayar Rp 130 ribu. Uang Rp 20 ribu ini disebut sebagai tarif pengganti jasa sewa kamar.

“Dari tarif Rp 150 ribu itu muncikari dapat bagian Rp 20 ribu dari jasa sewa kamarnya,” jelas Gusti.

“Jadi modusnya jual kopi seharga Rp 3 ribu untuk DP transaksi. Selanjutnya berlanjut di tawar-menawar untuk dipangku masuk kamar,” papar Gusti.

“Setelah bayar kopi seharga Rp 3 ribu tersebut, pria hidung belang masuk perangkap untuk berlanjut ke layanan pangku di kamar yang disediakan. Pihak muncikari memang menyediakan bilik kamar untuk layanan pangku dan wik-wik,” tandasnya.

Sebelumnya, dalam operasi penyakit masyarakat (Pekat), Polres Nganjuk mengamankan tiga muncikari berkedok warung kopi pangku. Warkop ini berada di Guyangan, Kecamatan Bagor dan di Warung Kandangan, Kecamatan Baron, Nganjuk.

Atas perbuatannya, ketiga muncikari telah membuat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan dikenakan wajib lapor polisi.

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Share :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Berita Terkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terpopuler

%d blogger menyukai ini: