Dewan Atensi Kasus Dugaan Pembuangan Limbah di Mojokerto

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

 

Foto: Komisi III saat sidak dugaan pembuangan limbah di bekas galian C

 

Tagarterkini.com, Mojokerto – DPRD Kabupaten Mojokerto mendatangi lokasi dugaan pembungan limbah ilegal di Dusun Pandansari, Desa Wonoploso, Gondang, Mojokerto, Senin (6/6/2022). Wakil rakyat memberikan atensi pada dumping limbah yang dibuang ke kubangan limbah bekas galian C ini.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto Pitung Hariyono mengatakan, alasan dirinya melakukan sidak ini karena ada laporan dari masyarakat setempat terkait bau tidak sedap yang diduga muncul dari tempat tersebut. “Ada 3 titik (pembuangan limbah) didalam lokasi,” ujarnya.

Pitung juga menjelaskan, saat ini tinggal satu titik yang masih mengelurakan bau tidak sedap. Sementara lainnya, sudah diberikan obat penghilang bau. “Limbahnya sudah berbentuk cair, mungkin terkena hujan,” jelas politisi fraksi PKB ini.

Saat ini, komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto tengah berupaya mencari oknum pembuang limbah di lokasi bekas galian-c ini. Dirinya juga akan menidaklanjuti perkara ini sampai tuntas. “Kami akan segera menindak lanjuti masalah ini dengan pihak terkait,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Mojokerto Zaqqi yang turut mendampingi sidak kali ini mengatakan jika limbah yang berada di lokasi merupakan bangkai ayam. Dirinya juga mengatakan jika limbah ini bukan termasuk B3. “Ada seperti bulu dan bangkai ayam. Ada juga kotoran ayam. Bukan B3,” ujar Zaqqi.

Selanjutanya, pihak DLH akan menunggu undangan dari pihak legislatif untuk pembahasan lebih lanjut.
“Intinya kami tadi mengawal bapak dewan (sidak), saat ini kita menunggu intruksi pimpinan. Jadi kami menunggu surat undangan dari dewan untuk pembahasan lebih lanjut,” tutupnya.

Kasus dumping limbah ini mencuat saat Warga Desa Wonoploso, Kecamatan Gondang meresahkan bau tidak sedap. Bau menyengat ini diduga berasal dari lahan bekas galian-c yang kini beralih fungsi jadi tempat pembuangan limbah, Rabu (4/5/2022).

Dari informasi yang didapat, lahan bekas Galian-C ini dimiliki oleh Selamet yang juga warga setempat. Di area ini, terdapat 3 kubangan dengan kedalaman 15 meter berisi cairan berwarna hitam dengan bau yang menyengat.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Share :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Berita Terkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terpopuler

%d blogger menyukai ini: