Parah! 14 Camat di Mojokerto Era MKP, Setor Rp 1,5 Miliar Agar Tetap Menjabat

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

 

 

Foto: Suasana sidang TPPU di Pengadilan TPPU

Tagarterkini.com, Mojokerto – Ada istilah unik yang dipakai mantan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasha (MKP) dalam meminta uang kepada pejabat agar tetap bertahan di jabatan yang diduduki. Istilah itu “Ngeyarno nikah” terungkap saat sidang lanjutan TPPU di Pengadilan Tipikor, Rabu (30/3/2022).

Seperti yang disampaikan mantan camat Mojosari, Abdullah dalam sidang lanjutan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Gratifikasi dengan terdakwa MKP, Rabu (30/3/2022). Di depan majelis hakim dia mengaku jika dirinya harus memberikan uang sebesar 150 juta untuk ‘Ngenyarno Nikah’.

“Saya ketemu sama terdakwa untuk ngenyarno nikah atau istilah yang digunakan untuk mempertahankan jabatan,” ucapnya dalam sidang yang digelar di PN Tipikor Surabaya.

Lebih lanjut, Abdullah menceritakan jika dirinya dihubungi MKP untuk datang ke rumah milik MKP yang berada di wilayah Krapyak, Pacet, Mojokerto. Kejadian ini terjadi setelah MKP terpilih kembali sebagai Bupati Mojokerto.
“Semua camat dihubungi untuk datang ke rumah MKP. Cuman yang datang 14 orang,” jelasnya.

Setelah itu, ke 14 camat tersebut rapat di lesehan apung untuk menentukan nominal yang akan diberikan kepada Bupati untuk mempertahankan jabatan. Akhirnya para camat menyepakati untuk memberikan uang sebanyak 75 juta per orang.

“Akhirnya disepakati membayar 75 juta per orang dengan diansur 3 kali,” paparnya.

Abdullah lantas menyampaikan hasil rapat tersebut kepada MKP. Hanya saja Mustofa tidak puas dan meminta nominal ‘Ngenyarno Nikah’ dinaikkan menjadi 150 juta.

“Saya akhirnya mengumpulkan para camat kembali dan menyampaikan jika bupati minta 150 juta per camat,” bebernya.

Mendengar Informasi tersebut para camat mengumpulkan uang tersebut. Akhirnya, uang ‘Ngenyarno Nikah’ ini terkumpul sebanyak 1,5 miliar dari 10 camat. “Para camat akhirnya mencari uang dari hutang ke bank atau saudaranya,” kata Abdullah.

Setelah itu Abddulah bersama Bejo, Awarno, Ridwan dan Nurul Jatmiko memberikan uang ‘Ngenyarno Nikah’ ini ke ruangan Bupati dan diterima oleh ajudan MKP yakni Lutfi.
Sementara itu, tiga camat yang lainnya memberikan uang tersebut ke Nono. Sedangkan Joko Wijayanto memberikan uang tersebut langsung ke MKP.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Share :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Berita Terkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terpopuler

%d blogger menyukai ini: