Jembatan Balun Ambles Segera Diperbaiki, Petugas Siapkan Jalur Alternatif

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

foto: Kondisi jembatan Balun yang ambles.

Tagarterkini.com, Lamongan – Sebuah jembatan yang berada di jalan poros nasional jalur pantura di Lamongan ambles. Jembatan Balun, diduga faktor usia menjadi pemicunya.

PPK Pelaksanaan wilayah 4 BBPJN Jatim Bali I Ketut Payun mengatakan, rencananya jembatan yang ambles tersebut akan segera diperbaiki. Namun pengguna jalan diminta untuk mengambil jalur alternatif untuk menghindari kemacetan.

“Kami sudah koordinasi dengan kepolisian, untuk kendaraan pribadi kalau nanti ada kemacetan kita juga bisa alihkan jalan Daendels dan ke arah Sukodadi atau dari dalam kota Lamongan,” Kata I Ketut Payun, PPK Pelaksanaan wilayah 4 BBPJN Jatim Bali. Selasa (29/3/2022) saat meninjau lokasi jembatan ambles.

Ketut mengaku pihak Balai Besar selalu melakukan perawatan dan perbaikan pada jembatan. Baik jembatan lama dan jembatan baru.

“Kami selalu lakukan perawatan dan perbaikan karena tadi sebelum kejadian ada kendaraan berat yang lewat pas jatuh, ada saksi matanya,” ungkap Ketut.

Ketut menambahkan, jembatan yang ambles sudah dilakukan pengukuran panjang sekitar 25 meter dan lebar yang ambles 8,75 meter dan rencananya akan dibongkar malam ini.

“Jadi yang sisi kanan dan kiri untuk sementara kita masih bisa dilewati untuk kendaraan ringan atau peribadi,” terangnya.

“Malam ini kita akan bongkar, selanjutnya nanti kita akan koordinasikan lagi dengan balai maupun sekker terkait dengan penanganan jembatan,” jelas PPK Pelaksanaan Wilayah 4 BBPJN Jatim Bali.

Kepala Bidang Reservasi 1 Jatim Bali untuk wilayah Jatim, Sodeli, mengatakan faktor usia jembatan tidak sesuai perhitungan atau mempercepat umur jembatan cepat rusak, dikarenakan jembatan memiliki despresen yang disebabkan kendaraan lewat melampaui kapasitas atau over load.

“Jembatan ini hanya sampai 25 tahun. Tapi memang pada saat desain pada waktu tahun 93 posisi lalu lintas paling berat 68 ton saat itu. Hanya saja sekarang lebih dari itu dan luar biasa. Dan ini betul-betul jalur logistik. Kita perlu pembatasan menjadikan normal kendaraan berat,” ujar Sodeli.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Share :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Berita Terkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terpopuler

%d blogger menyukai ini: