Kebiasaan Minum yang Buruk Dapat Membuat Seseorang Lebih Cepat Pikun

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

 

Tagarterkini.com, Tagar Sehat – Pikun merupakan salah satu hal yang dapat memberikan dampak buruk pada aktivitas sehari-hari yang kita lakukan. Pada umumnya pikun dialami oleh orang-orang yang sudah lanjut usia.

Namum pada kenyataannya pikun dapat dialami siapa saja, hal itu terjadi karena berbagai faktor mulai dari faktor usia hingga gaya hidup. Sejumlah penelitian bahkan menyebutkan bahwa kebiasaan minum yang buruk juga dapat membuat seseorang lebih cepat pikun.

Berikut 4 kebiasaan minum yang dapat meningkatkan risiko pikun, menurut Eat This, Not That (6/2) :

1. Terlalu banyak minum alkohol
Mengonsumsi alkohol terlalu sering atau bahkan menikmati alkohol lebih dari satu gelas adalah kebiasaan yang dinilai paling buruk bagi orang dewasa. Kebiasaan seperti ini dapat meningkatkan kecenderungan gangguan kognitif hingga demensia.

Menurut penelitian yang dipublikasi oleh Alzheimer Society, konsumsi alkohol dapat berdampak negatif baik jangka pendek maupun jangka panjang. Menurut para peneliti, sisa alkohol yang ada di dalam tubuh juga dapat meningkatkan tekanan darah, diabetes, stroke hingga gagal jantung.

Banyak penelitian yang juga melaporkan sisa endapan alkohol di dalam tubuh dapat mengganggu kesehatan otak. Sebuah penelitian yang dipublikasi oleh Lancet Public Health melaporkan konsumsi alkohol yang terlalu berat dapat melipatgandakan risiko demensia dini hingga tiga kali lipat.

2. Terlalu banyak konsumsi minuman tinggi lemak
Jika kamu penikmat susu tinggi lemak untuk dicampurkan ke dalam kopi, disarankan untuk mulai meninggalkan kebiasaan tersebut. Bukan hanya lemak dari makanan, ternyata konsumsi minuman tinggi lemak juga berisiko untuk meningkatkan demensia atau kepikunan.

Hal ini disebabkan oleh berbagai asupan yang tinggi lemak jenuh menjadi salah satu pilihan terburuk untuk pembuluh darah. Banyak sekali penyakit demensia yang awalnya juga disebabkan oleh aliran pembuluh darah yang kurang lancar.

Bukan hanya memberikan nutrisi untuk otak tetapi menjaga kesehatan dan kelancaran pembuluh darah juga disarankan oleh ahli kesehatan demi mendapatkan otak yang sehat hingga masa tua. Sebisa mungkin mulai untuk mengganti pilihan minuman atau mengurangi konsumsinya.

3. Mengkonsumsi kafein terlalu larut
Kualitas tidur yang buruk dihubungkan oleh ahli dengan peningkatan risiko Alzheimer sama dengan penurunan kemampuan otak untuk belajar dan kognitif. Tidur malam yang cukup dan berkualitas mampu membantu otak memproses dan menyimpan ingatan baru yang lebih kuat.

Pakar kesehatan mengatakan bahwa gangguan tidur dan kualitas tidur yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental dan kegagalan otak untuk mengingat. Minuman yang dikonsumsi saat sore hingga malam hari menjadi penentu apakah saat malam ini kualitas tidurmu menjadi lebih baik atau tidak.

Hal ini menyebabkan beberapa jenis minuman yang mengandung kafein seperti teh dan kopi disarankan untuk tidak dinikmati saat menjelang malam hari. Selain itu ternyata alkohol juga disarankan untuk tidak dikonsumsi saat malam hari, walaupun tidak mengandung kafein tetapi alkohol dikatakan mampu mengganggu hingga setengah dari kualitas tidur malam.

4. Minum banyak soda dan minuman manis
Salah satu jenis minuman yang paling dianggap berbahaya untuk kesehatan otak adalah minuman bersoda dan yang tinggi gula. Minuman seperti minuman kemasan rasa buah, minuman berenergi hingga air minum kemasan dengan pemanis tambahan menjadi jenis yang perlu dihindari.

Minuman tinggi gula dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan, lonjakan gula darah, hingga meningkatkan risiko penyakit jantung. Risiko negatif ini semuanya dikaitkan dengan peningkatan Alzheimer dan gangguan otak seperti demensia.

Menurut penelitian yang dipublikasi pada The Journal of Prevention of Alzheimer Disease dilaporkan bahwa orang-orang yang mengonsumsi hingga tujuh gelas minuman tanpa pemanis dalam seminggu memiliki kecenderungan Alzheimer 1,91 kali. Sedangkan yang mengonsumsi minuman dengan pemanis berpotensi 2,55 kali lebih tinggi.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Share :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Berita Terkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terpopuler

%d blogger menyukai ini: