Bupati Mojokerto Respon Lonjakan Kasus DBD Di Awal Tahun

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

 

Tagarterkini.com, MOJOKERTO – Melonjaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Mojokerto meningkat di awal tahun 2022 mendapatkan respon dari Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati.

Dalam data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, sebanyak 70 kasus DBD terjadi hingga pertengahan bulan Januari 2022.

Menyikapi hal ini, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menghimbau agar masyarakat mengenali nyamuk pembawa virus sebagai upaya pencegahan awal.

Dalam pemaparan Ikfina menyampaikan karakteristik dari nyamuk Aedes Aegypti yang merupakan jenis nyamuk pembawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah.

Nyamuk ini tidak bisa hidup di dataran tinggi dan lebih banyak bersarang di daerah tropis atau dataran rendah

“Jadi tanda-tandanya bisa dilihat kalau terkena nyamuk ini, ada bercak-bercak putih dan hitam. Aedes Aegypti ini bukan sembarang nyamuk sembarangan,” jelas Ikfina, Selasa (18/1/2022).

Karena itu, menurut Ikfina nyamuk Aedes Aegypti tidak bisa bertahan hidup di wilayah dataran tinggi seperti Kecamatan Pacet dan Trawas.
“Semakin tinggi dari permukaan air laut semakin relatif aman,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ikfina juga mengatakan jika nyamuk Aedes Aegypti ini tidak suka tinggal di genangan air yang kotor. Nyamuk ini juga sering bertelur di area dinding wadah air.

Kasus DBD, Bupati Mojokerto
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati

Nyamuk ini menyukai kubangan air yang bersih dan terlidung sinar matahari untuk dijadikan tempat tinggal. Nyamuk DBD membutuhkan area dinding tepat di atas air bersih yang menggenang untuk berkembang biak,” katanya.

Ia juga menjelaskan, nyamuk Aedes Aegypti memiliki siklus yang berbeda dari nyamuk biasa. Penyebaran virus DBD ini dari gigitan yang menyebar memlalui darah orang yang tergigit.

“Nyamuk ini biasanya aktif pagi hari pada pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Gejala yang muncul dalam penyakit ini biasanya berupa demam tinggi yang terjadi terus menerus, suhu badan sekitar 39 sampai dengan 40 derajat celcius,” jelasnya.

Adapun gejala yang timbul ketika terpapar virua tersebut yakni badan terasa pegal-pegal atau nyeri sendi, sakit kepala, demam tanpa disertai batuk-batuk, sakit perut atau mual serta.

“jika merasakan gejala demam tinggi, bisa memperbanyak minum air putih dan langsung istirahat,” pungkas Ikfina.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Share :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Berita Terkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terpopuler

%d blogger menyukai ini: